Sabtu 16 April 2022, 04:00 WIB

Puasa, Peneguhan Karakter Iman dan Kebangsaan

Syarief Oebaidillah | Ramadan
Puasa, Peneguhan Karakter Iman dan Kebangsaan

Dok. Pribadi
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad bin Said.

 

PUASA sebagai pilar Islam memiliki pengaruh penting dalam proses peneguhan karakter keimanan dan keislaman seseorang. Daya pencegah perangai negatif yang terkandung di dalam puasa sangat tinggi sehingga puasa diwajibkan untuk mukmin setiap tahun (fardhu zaman). Potensi pencegahan karakter negatif ini menjadi salah satu alasan utama mukmin menyambut puasa Ramadan dengan sukacita.

Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad bin Said, keterangan di dalam Al-Qur’an Surat al Baqarah (QS: 2:183) dijadikan titik pemberangkatan mengurai tujuan syariat (maqaisd syariah) diwajibkannya puasa bagi mukmin. Artinya, puasa yang tidak bertujuan tidak akan membawa dampak apa-apa bagi pelakunya kecuali tidak makan-minum.

Keterangan QS 2:183 bahwa yang diseru berpuasa itu adalah iman, bukan orang-orang yang beriman. Sebab, jika yang diseru sudah beriman, tentu tidak diseru lagi untuk berpuasa.

Iman itu kepercayaan Allah untuk menggerakkan jasad manusia agar berfungsi melihat pada mata dan pancaindra lain. Roh atau iman itu tidak laki dan tidak perempuan, tapi ia terpatri ke dalam setiap dada manusia sehingga manusia itu menjadi umat yang satu.

Sebagai kepercayaan Tuhan, roh; iman; kitab, atau cahaya itu diurus dan dididik Tuhan sebagaimana keterangan Quran Surat al Isra’ dengan mendirikan salat, menunaikan zakat, dan berpuasa Ramadan agar bertakwa dengan sebenar-benar takwa.

Bahkan, tidak mati kecuali benar-benar dalam keadaan selamat (Islam). Artinya, mukmin mengerangkeng karakter negatifnya sendiri agar keluar dari kegelapan (hawa, nafsu) sehingga terjadi keselarasan antara apa yang diucapkan dan diamalkan terbit dari hati yang takwa.

Bulan Ramadan adalah momentum tepat bagi iman untuk dididik Tuhannya agar kembali berpendirian dengan karakter dasarnya yang sidik, amanah, tablig, dan fatanah. Mukmin yang dididik Tuhannya akan mampu mentransformasi karakter negatif menjadi karakter positif, menyucikan dirinya dari perbuatan sia-sia, hawa, nafsu, dan bisikan setan. Merekalah yang beruntung karena mendirikan salat, memuasakan sifat-sifat tercela, menjaga kehormatan dirinya, dan menjauhkannya dari perbuatan al fahsya’iwal mungkar.

 

Karakter positif

Mukmin melatih kemampuannya membelenggu setan yang membisikkan keragu-raguan ke dalam dada manusia. Menurut Muhammad bin Said, setan secara inheren berada dalam diri manusia dengan rupa seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syu’ara, turun kepada manusia pembohong, pendusta, penghasut, pemfitnah, pendengki, iri, kikir, sombong, takabur, dan sifat tercela lainnya. Apabila mukmin tidak membelenggu setan maka tujuan syariat diserukan kewajiban puasa kepadanya belumlah tercapai, kecuali meninggalkan makan, minum, dan hubungan seksual suami istri di siang hari, pintu surga tidak terbuka dan pintu neraka tidak terkunci.

Kekuatan mengubah karakter negatif menjadi positif itu berat, memerlukan waktu, pendekatan, dan tempat khusus. Ramadan dengan segala instrumen ibadah di dalamnya menjadi tempat spesial dalam meneguhkan karakter diri mukmin yang selaras dengan nilai-nilai agama, nilai luhur budaya bangsa, dan ideologi Pancasila. (H-1)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 20 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN