Jumat 08 April 2022, 16:55 WIB

Ramadan Saat Terbaik Tingkatkan Kualitas Umat

mediaindonesia.com | Ramadan
Ramadan Saat Terbaik Tingkatkan Kualitas Umat

Ist
Ketua Pengurus Besar Mathla'ul Anwar KH Oke Setiadi Affendi.

 

KETUA Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) KH Oke Setiadi Affendi mengatakan momentum bulan Ramadan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga tidak semata-mata hanya menahan lapar dan dahaga.

"Yang penting dari bulan Ramadan adalah bagaimana kita sebagai umat memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kualitas diri, sekaligus meraih berkah dari rangkaian berbagai ibadah. Intinya kita tidak hanya melewati bulan Ramadan seolah-olah sekadar tidak makan dan minum saja, tentunya itu akan sangat disayangkan," kata Ketua PBMA Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional itu seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (8/4).

Ia melanjutkan kualitas diri yang dimaksudkan ialah kualitas fisik, kualitas kecerdasan, serta kualitas mentalitas seseorang, sebagai umat yang beriman.

"Pertama yakni meningkatkan kualitas fisik yang seperti apa? Tentu bulan Ramadan ini melatih kita untuk seperti menghindari makanan yang tidak bermanfaat dan yang berbahaya buat tubuh kita," jelas Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Kedua, lanjutnya, berpuasa berperan untuk melatih kualitas kecerdasan. Menurut dia, di bulan Ramadhan umat senantiasa dilatih untuk memilih hal baik dan meninggalkan keburukan. Sehingga umat menjadi cerdas yang diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi untuk umat, bangsa dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Ketiga, memperbaiki mentalitas kita dari yang sebelumnya cepat marah, cepat mengeluarkan narasi yang tidak baik, atau mengeluarkan narasi yang suka menyakiti orang lain tentunya agar bisa pelan-pelan dikurangi bahkan dihilangkan dengan momentum bulan Ramadan ini," kata Oke.

Dengan berpuasa, Oke meyakini bahwa umat dapat senantiasa memerdekakan diri nafsu, egoisme, fanatisme, adu domba yang dapat menimbulkan perpecahan.

"Tentunya dengan puasa, jadi mengurangi hal-hal yang sebelumnya boleh buat kita, ternyata hal itu akan membuat kita lebih mudah memerdekakan dari egoisme dan kita lebih mudah Allah menyatukan hati kita," ungkapnya.


Baca juga: Ramadan Puncaknya Kedermawanan Rasulullah


Ia mengungkapkan, makna persatuan di Ramadan, hendaknya bulan suci tidak hanya menjadi suka cita bagi umat Islam sendiri namun bagi seluruh umat. Ia juga berharap bulan suci ini, muslimin dan muslimat dapat menjaga dan menjalin komunikasi yang baik dengan umat lainnya, agar tidak justru menimbulkan prasangka dan perseteruan.

"Tiap detik yang kita lalui di bulan Ramadan ini penuh dengan rahmat. Sehingga harusnya ini pun dirasakan bukan hanya oleh kaum muslimin, tapi oleh semua. Jadi, jangan sampai kemudian mengganggu umat yang lain, dan harus dikomunikasikan dengan cara sebaik-baiknya," ujar alumnus Master International Institute of Islamic Economic Islamabad Pakistan itu.

Bukan tanpa dasar, Oke menilai dewasa ini dalam hubungan antarumat kurang terjalin komunikasi. Menurutnya, harus ada keterbukaan antarumat untuk menyampaikan aspirasi dan opininya serta saling menjalin silaturahmi sehingga akan muncul rasa saling menghormati antarumat dan persatuan akan terjaga.

"Jadi yang saya lihat selama ini kaum muslimin ini yang kurang komunikasi. Sehingga perlu dibuka komunikasi yang seluas-luasnya. Saya melihat komunikasi adalah kuncinya. Bukan malah semaunya sendiri. Itu dzalim namanya," tuturnya.

Oke juga mengutarakan bagaimana peran pemerintah dan tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk membuat umat memahami bahwasannya Ramadan itu mempunyai makna untuk memerdekakan dan mempersatukan.

"Tokoh keumatan ini, harus bisa mempersiapkan umat untuk menghadapi Ramadhan dengan kondisi sebaik dan seberkualitas mungkin, tidak hanya di bulan Ramadan tapi juga bulan lainnya, memanfaatkan semua momentum secara maksimal untuk mendorong masyarakat menjadi umat yang berkualitas," tutur Oke.

Ia juga berpesan kepada masyarakat dan berbagai tokoh untuk dapat memosisikan diri berjalan bersama seirama dengan pemerintah untuk mewujudkan kemerdekaan diri, persatuan dan kerukunan. Tidak hanya dalam Ramadan, melainkan juga bulan lainnya.

"Yang penting adalah bagaimana sekarang masyarakat juga ikut menata dirinya bersama pemerintah. Jadi harus bergandengan tangan antara pemerintah, tokoh keumatan dan juga masyarakat. Kalau caranya seperti itu kerukunan dan persatuan itu bisa tercipta di negeri ini," pungkass Oke. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 17 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN