Kamis 08 April 2021, 20:05 WIB

Kemenag Izinkan Buka Puasa Bersama dan Salat Tarawih Terbatas

Zubaedah Hanum | Ramadan
Kemenag Izinkan Buka Puasa Bersama dan Salat Tarawih Terbatas

MI/Lina Herlina
Ilustrasi salat berjemaah dengan menjaga jarak di masjid.

KEMENTERIAN Agama menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 tentang Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/ 2021 Masehi dalam situasi pandemi covid-19. Dalam surat tersebut, Kemenag mengizinkan buka puasa bersama, salat tarawih dan salat Idul Fitri dilaksanakan secara terbatas.

"Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, hanya mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," bunyi SE yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu.

Dalam hal buka puasa bersama, setiap umat dan penyedia layanan harus memenuhi protokol kesehatan ketat dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," kata Menteri Agama dalam keterangan resminya.

Menag mengatakan, surat edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala.

Berikut ini panduan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musaala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

6. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan;

    7. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya;

8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa;

9. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah;

11. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (MTVN/H-2)

Baca Juga

Dok.MI/Muhammad Zuhair Zahid

Kisah Diaspora Indonesia Jalani Puasa Terlama di Dunia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 16 April 2021, 22:35 WIB
Zuhari yang melanjutkan pendidikan di University Swedia di bidang pendidikan Matematika mengaku tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan...
Antara/M Risyal Hidayat

Ini Ketentuan Beribadah di Masjid Istiqlal Selama Ramadan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 16 April 2021, 21:59 WIB
Tahun ini, sebagian renovasi telah selesai sehingga, area masjid sudah bisa digunakan untuk masyarakat umum yang hendak...
Antara

Allah SWT Menggaransi Pahala Berkali Lipat saat Bersedekah

👤 Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 16 April 2021, 17:45 WIB
SETIAP umat Islam yang memiliki kelebihan rezeki diperintahkan Allah SWT untuk senantiasa mengeluarkan sedekah, infak zakat atau membagi...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-04-17

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 17 Apr 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:33 WIB
Subuh : 04:43 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dzuhur : 11:52 WIB
Ashar : 15:12 WIB
Maghrib : 18:04 WIB
Isya : 18:57 WIB

TAUSIYAH