Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Libanon mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atau anumerta sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengorbanan mereka.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat mengunjungi rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (1/4).
Selain kenaikan pangkat, para prajurit yang gugur juga memperoleh berbagai hak dan santunan. Di antaranya Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) dari PT ASABRI sebesar Rp350 juta, beasiswa anak senilai Rp30 juta, jaminan pendidikan hingga dewasa, serta pemberian gaji penuh selama 12 bulan yang dihitung sejak awal masa penugasan hingga jaminan hari tua.
Panglima TNI memastikan proses pemulangan jenazah ketiga prajurit akan segera dilakukan. Ia telah menginstruksikan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen Iwan Bambang Setiawan untuk mempercepat proses pemulangan ke Indonesia.
“Pemulangan akan segera diurus ke Indonesia oleh Komandan PMPP. Nanti akan ada yang berangkat ke sana,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut, selain tiga prajurit gugur, lima prajurit lainnya mengalami luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.
Menurut Panglima TNI, para prajurit yang terluka saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Libanon dan kondisi mereka tertangani dengan baik.
“Kondisi korban di rumah sakit sedang dirawat dengan baik. Kita doakan semuanya segera pulih,” ucapnya.
Ia menambahkan, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketiga prajurit yang gugur disebut sebagai prajurit terbaik yang sedang menjalankan tugas mulia dalam misi perdamaian dunia.
“Kami di TNI mengucapkan turut duka cita yang mendalam. Mereka adalah prajurit-prajurit TNI terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Libanon,” ujarnya.
Adapun tiga prajurit yang gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang tengah bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libanon. (DG/I-1)
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X menyampaikan rasa duka cita atas prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian di Libanon Selatan.
MER-C Indonesia menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga personel TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di Libanon Selatan. Ketiga prajurit gugur di markas Unifil
IDF membantah terlibat dalam serangan terhadap UNIFIL di Libanon yang menewaskan tiga prajurit TNI. PBB menggelar rapat darurat dan menegaskan pasukan perdamaian tidak boleh menjadi sasaran
Pemerintah Jerman mengecam keras serangan yang menewaskan tiga personel UNIFIL asal Indonesia di Libanon dan mendesak semua pihak menahan diri.
Sejumlah pelayat dari kerabat hingga rekan sejawat terus berdatangan untuk menyampaikan duka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved