Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Menhan Sjafrie Diminta Fokus pada Tugas Pertahanan

Rahmatul Fajri
11/3/2026 21:58
Menhan Sjafrie Diminta Fokus pada Tugas Pertahanan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGAMAT kebijakan publik Gian Kasogi, mengingatkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar tetap konsisten pada mandat utama pengelolaan pertahanan negara dan tidak melebar ke ranah kebijakan di luar tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Hal tersebut ia sampaikan saat diskusi publik yang digelar DPP Indonesia Youth Congress di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Gian menyoroti munculnya persepsi Menhan sebagai menteri banyak urusan. Ia melihat Menhan kerap tampil dalam agenda yang tidak berkaitan langsung dengan pertahanan nasional. Ia mendesak Menhan untuk tetap bekerja sesuai koridor mandat yang diberikan oleh Presiden.

“Ketika ruang geraknya terlalu jauh masuk ke wilayah politik ekonomi atau bisnis, maka muncul pertanyaan publik tentang batas peran dan desain kekuasaan dalam pemerintahan,” kata Gian.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Heru Susetyo menekankan bahwa penguatan sektor pertahanan di era Presiden Prabowo Subianto harus tetap berada dalam koridor demokrasi. Menurutnya, desain keamanan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada penguatan institusi militer.

“Pertahanan negara yang kuat bukan hanya soal memperkuat TNI atau aparat keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat sipil tetap menjadi pilar utama dalam sistem demokrasi,” tegas Heru.

Senada, pakar militer dan hubungan internasional Connie Rahakundini Bakrie menilai strategi keamanan nasional harus dirumuskan secara terukur. Di tengah rivalitas kekuatan besar dunia, Connie menyarankan Kemhan untuk lebih fokus pada tiga pilar utama, yakni konsolidasi kekuatan militer, pembangunan industri pertahanan, dan strategi menghadapi ketegangan geopolitik.

Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional Universitas Nasional, Robi Nurhadi memperingatkan risiko kaburnya prioritas utama jika kebijakan pertahanan terlalu melebar ke sektor lain. "Kebijakan pertahanan harus diarahkan pada penguatan kapasitas strategis negara, bukan justru mengaburkan prioritas utama," ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya