Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Indonesian Public Institute (IPI) merilis peta elektabilitas tokoh menjelang Pilpres 2029. Hasilnya, nama petahana Prabowo Subianto masih teratas dan sejumlah wajah baru mulai merangsek masuk ke posisi 10 besar, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Peneliti IPI, Abdan Sakura, mengungkapkan bahwa munculnya nama-nama baru ini menandakan adanya pergeseran persepsi publik terhadap figur potensial di masa depan.
"Wajah baru seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mulai muncul di bursa capres 2029. Ini dinamika menarik di tengah dominasi nama-nama lama," ujar Abdan melalui keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan survei IPI, Prabowo Subianto berada di urutan pertama dengan elektabilitas 22,3 persen. Posisi kedua ditempati Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen), disusul Ganjar Pranowo (9 persen), dan Anies Baswedan (8,5 persen).
Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin tercatat meraih elektabilitas 7,5 persen, menempel ketat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (7,9 persen) dan Gubernur Jakarta Pramono Anung (7,8 persen). Nama lain yang mencuri perhatian adalah Purbaya Yudhi Sadewa dengan 4,9 persen dan Sherly Tjoanda di angka 3,8 persen.
Abdan menjelaskan, Sjafrie Sjamsoeddin memiliki modal kuat pada aspek kepemimpinan dan ketokohan (44 persen) serta rekam jejak (17 persen). Munculnya figur-figur ini dinilai sebagai respons publik yang semakin rasional.
"Popularitas semata tidak lagi cukup. Figur potensial seperti Sjafrie, Pramono, dan Dedi Mulyadi memperoleh penilaian kelayakan yang kuat. Celah inilah yang membuka ruang bagi dinamika politik baru, terutama jika terjadi perubahan peta koalisi ke depan," jelas Abdan.
Meski demikian, Abdan memberi catatan bahwa jarak antara tingkat kelayakan dan elektabilitas menunjukkan publik masih dalam tahap memantau. "Publik mengenal dan menilai, tetapi belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan akhir," tambahnya.
Metodologi Survei
Diketahui, survei IPI ini dilakukan pada 30 Januari hingga 5 Februari 2026 melibatkan 1.241 responden di 35 provinsi Indonesia. Riset menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan rentang usia responden 17 hingga 65 tahun. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved