Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Dari Balik Sel Rutan Salemba, Warga Binaan Raih Prestasi Lewat Restorasi Sepeda Motor

Syarief Oebaidillah
22/12/2025 17:01
Dari Balik Sel Rutan Salemba, Warga Binaan Raih Prestasi Lewat Restorasi Sepeda Motor
Warga binaan Rutan Salemba sedang merestorasi sepeda motor.(dok.istimewa)

RUMAH Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, memberikan perhatian besar terhadap pembinaan serta peningkatan keterampilan warga binaan. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah pelatihan kemandirian di bidang otomotif, yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis agar mampu mandiri setelah menjalani masa hukuman.

Kepala Rutan Salemba, Wahyu Trah Utomo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan potensi warga binaan, khususnya dalam bidang restorasi kendaraan bermotor.

“Selain program pendidikan Paket A, B, dan C, kami juga menjalankan program kemandirian di bidang otomotif. Warga binaan tidak hanya diajarkan memperbaiki motor yang rusak, tetapi juga merakit motor dari nol. Mereka dilatih untuk mengembalikan kendaraan yang usang menjadi seperti baru,” ujar Wahyu dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/12).

Ia menjelaskan, hasil dari program restorasi kendaraan tersebut telah membuahkan prestasi. Beberapa motor hasil karya warga binaan berhasil meraih penghargaan dalam kontes restorasi.

“Kami meraih penghargaan Best Suzuki dalam kontes restorasi motor di Cikarang pada Februari 2025. Ini membuktikan bahwa keterampilan yang diajarkan di sini memiliki kualitas yang sangat baik,” katanya, seraya memotivasi warga binaan agar terus meningkatkan kemampuan.

Pada tahap awal, setiap warga binaan menjalani proses asesmen untuk mengetahui minat dan bakat masing-masing.

“Jika ada yang berminat di bidang otomotif, akan kami tempatkan di bagian restorasi kendaraan. Kami juga memperhatikan perilaku mereka. Program ini hanya diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan sikap dan perilaku baik,” tambahnya.

Selain pelatihan keterampilan, warga binaan juga memperoleh premi atau kompensasi dari hasil pekerjaan mereka. Namun, dana tersebut tidak diberikan secara langsung, melainkan disimpan dalam bentuk tabungan yang dapat dicairkan sesuai kebutuhan.

“Premi tersebut disimpan di tabungan dan bisa diambil saat diperlukan, misalnya untuk kebutuhan keluarga atau keperluan lainnya,” jelas Wahyu.

Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas. Wahyu menegaskan bahwa Rutan Salemba kini lebih mengedepankan pembinaan dibandingkan sekadar penghukuman.

“Paradigma kami sudah berubah. Jika dulu penjara identik dengan kekerasan, sekarang kami fokus pada pembinaan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang berguna dan mampu berkontribusi positif di masyarakat setelah bebas,” tegasnya.

Melalui program-program tersebut, Rutan Salemba membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan yang baik tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkembang dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.
(Bay/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya