Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Polisi Didesak Segera Usut Tuntas Kematian Pensiunan Guru di Lima Puluh Kota

Rahmatul Fajri
21/12/2025 11:29
Polisi Didesak Segera Usut Tuntas Kematian Pensiunan Guru di Lima Puluh Kota
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PIHAK keluarga mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kasus kematian LI (61), pensiunan guru yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Anak korban, Adif Putra Zodia mengaku terpukul atas kepergian Ibunya dalam kondisi yang sangat tragis. Almarhumah ditemukan meninggal dunia saat hendak melaksanakan ibadah salat subuh, sebuah momen yang seharusnya suci dan aman.

Adif mengaku mendukung kepolisian melakukan penyelidikan hingga tuntas untuk mengungkap motif serta pelaku pembunuhan

"Kami memberikan kepercayaan penuh kepada Bapak Kapolres Lima Puluh Kota beserta jajaran Sat Reskrim untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami berharap profesionalisme kepolisian dapat mengungkap motif dan menangkap pelaku di balik kematian almarhumah sesegera mungkin," kata Adif.

Adif mengatakan ibunya diduga kuat murni korban pembunuhan. Pasalnya, tak ada barang berharga yang diambil pelaku. 

"Kami memohon agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Kami tidak akan berhenti mengawal kasus ini hingga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal," katanya.

Sebelumnya, LI ditemukan tewas di halaman rumahnya di Jorong Talago, Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, pada Jumat (19/12) pagi. 

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Syaiful Wahid, mengonfirmasi penemuan jasad tersebut. Berdasarkan kronologi awal, kejadian bermula sekitar pukul 04.20 WIB saat suami korban, YZ (62), pergi ke masjid untuk melaksanakan salat subuh. Korban saat itu tinggal sendirian di rumah dan berencana menyusul ke masjid.

"Sekitar pukul 05.20 WIB, suami korban kembali ke rumah dan mendapati sekring listrik dalam keadaan mati. Setelah menghidupkan listrik, saksi lain bernama Risnal yang datang untuk menjemput tas melihat korban sudah terbaring di halaman rumah dengan posisi memakai mukena ungu," ujar Syaiful ketika dihubungi, Sabtu (20/12).

Saat ditemukan, kondisi wajah korban sudah berlumuran darah dan tidak lagi bergerak. Saksi segera berteriak meminta pertolongan warga sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak pada pukul 06.45 WIB.

Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres 50 Kota segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mukena ungu, tisu berlumuran darah, satu buah anting emas, serta tas sandang berisi uang tunai dan obat-obatan milik korban.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal oleh Dokter Yobi dari Puskesmas Padang Kandis, ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka terbuka yang diduga akibat hantaman benda tajam pada bagian dahi, dagu, telinga, dan bibir. Selain itu, ditemukan luka memar pada dada serta tangan kiri dan kanan korban.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya