Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pengembangan energi berbasis sumber daya lokal di Papua. Mulai dari kelapa sawit, tebu, hingga singkong (cassava).
“Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit. Juga tebu menghasilkan etanol, singkong atau cassava juga untuk menghasilkan etanol,” ujar Prabowo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, hari ini.
Kepala Negara menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh daerah di Indonesia, termasuk Papua, mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui kemandirian pangan dan energi.
“Kita rencanakan dalam lima tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri, swasembada pangan dan juga swasembada energi,” jelas Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa terwujudnya swasembada energi akan berdampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara. Terutama pada pos subsidi dan impor bahan bakar minyak yang selama ini menyerap dana sangat besar.
“Dengan demikian kita bisa menutup ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri. Tahun ini, setiap tahun kita mengeluarkan ratusan triliun untuk impor BBM,” tegas Prabowo.(Bob/P-1)
Amnesty International Indonesia mengkritik rencana penyempurnaan komando operasi di Papua yang dinilai akan memperparah konflik dan pelanggaran HAM
Velix Wanggai sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Anak muda Papua diminta agar tak mudah terprovokasi dengan isu-isu HAM yang sering dilempar dan dilakukan oleh kelompok Separatis Papua merdeka secara masif hanya untuk mendapat simpatik
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong agar tanah Papua ditanami kelapa sawit untuk mencapai swasembada energi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved