Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mencari bentuk fisik dari makanan tambahan bayi dan balita yang diduga dikorupsi. Sejauh ini, penyidik cuma mengantongi resepnya.
"Jadinya tantangan bagi kita, untuk menemukan barangnya apa, karena kita kalau dari resepnya kita punya, dapat gitu ya," kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu, 6 Desember 2025.
Asep mengatakan dugaan rasuah dalam pengadaan makanan bayi dan balita ini masih pada tahap penyelidikan. KPK berharap penyelidik bisa menemukan barang bukti itu.
"Ya mudah-mudahan lah ada yang ngasih biskuitnya itu. Tapi itu sih kita sangat berharap sih ada biskuitnya," ujar Asep.
Sebelumnya, KPK membuka penyelidikan baru. Dugaan rasuah terjadi di Kementerian Kesehatan.
“Masih lidik,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Juli 2025.
Asep mengatakan, dugaan rasuah diduga terjadi pada beberapa tahun silam. Proyeknya terkait pengadaan makanan untuk bayi dan ibu hamil.
“Clue-nya adalah makanan bayi dan ibu hamil,” ujar Asep. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved