Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Dalam pertemuan itu, Marinus menekankan bahwa pelajar tidak boleh hanya dipandang sebagai objek pendidikan, tetapi juga harus menjadi subjek perubahan di tengah arus digitalisasi yang begitu cepat.
Ia menegaskan bahwa budaya hukum dan kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan nilai yang perlu tertanam dalam perilaku sehari-hari generasi muda.
“Sebagai generasi pelajar, kalian memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem sosial yang aman, toleran, dan berkeadilan,” kata Marinus Gea dalam keterangan yang diterima, Selasa (25/11).
Ia mengajak para pelajar memulai dari hal sederhana, seperti menghargai perbedaan, menaati aturan sekolah, menghindari perundungan, berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi, serta berani menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab.
Marinus Gea menegaskan bahwa hukum hadir untuk melindungi martabat manusia, sementara HAM merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu.
Lebih lanjut, dia menyampaikan rasa optimismya atas masa depan Banten dan Indonesia akan lebih kuat jika generasi muda tumbuh dengan integritas, etika, dan kesadaran hukum yang baik.
“Kalian bukan sekadar pelajar, kalian pemimpin masa depan. Jangan takut bermimpi, jangan ragu bertindak, dan jangan pernah berhenti belajar untuk menjadi versi terbaik dari diri kalian,” tegasnya.
“Bangsa ini membutuhkan kalian. Mari menjadi generasi yang berpikir, berbuat, dan membawa perubahan,” tambah Marinus Gea.
Dalam kesempatan tersebut, Marinus Gea juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Banten atas ruang dialog yang diberikan.*
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved