Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mendukung gerakan setop 'tot-tot wuk-wuk' yang digencarkan oleh banyak orang di media sosial. Menurutnya, keresahan masyarakat atas penggunaan sirene dan strobo oleh mobil pengawal terjadi berulang, terlebih saat jam macet di jalan raya.
Ia pun menceritakan, ketika dirinya bertugas sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Kala itu, ia mengaku, membawa mobil pribadi sendiri tanpa ada pengawalan voorijder.
"Gerakan stop tot-tot, wok-wok, berawal dari protes warganet di media sosial. Warganet yang menyoroti penyalahgunaan sirine dan strobo pejabat publik," kata Qodari dalam keterangan pers, dikutip Selasa (24/9).
Ia memastikan, pihaknya jarang menggunakan sirine dan strobo saat berkendara. Kebiasaan menggunakan sirine dan strobo tersebut, hanya pernah dilakukan saat ketika dirinya menjabat sebagai Wakil KSP.
"Jadi, hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja menggunakan strobo. Misalnya harus mengejar meeting dan yang lain-lain, selebihnya, tidak dipakai," ucap Qodari.
Lebih lanjut, Ia mengatakan pejabat pemerintahan harus mencontoh Presiden Prabowo Subianto yang menghormati kenyamanan dari pengguna jalan kendati menggunakan pengawalan.
"Pak Mensesneg, Mas Pras sudah menegaskan bahwa pejabat publik harus bijak menggunakan pengawalan. Mencontoh Presiden Prabowo yang hormat kepada pengguna jalan lain," pungkasnya. (H-4)
Penggunaan sirene dan strobo tidak serta-merta bisa dilakukan sembarang pihak. Ada ketentuan jelas kapan digunakan dan kapan tidak.
Dalam unggahan di media sosial, masyarakat meminta agar penggunaan sirene dan strobo ini diutamakan untuk kendaraan dengan kebutuhan urgensi.
Pejabat yang dikawal oleh aparat bukan berarti bisa bersikap semana-mena.
Ia mengatakan, dirinya tidak terbiasa menggunakan sirene secara berlebihan saat berkendara dengan mobil dinas.
Tepat pukul 07.59 WIB pada 26 Desember 2024, sirine peringatan tsunami akan berbunyi selama tiga menit di seluruh wilayah provinsi ini
Penolakan publik terhadap strobo dan sirene dipicu oleh berbagai faktor: diabaikannya landasan hukum, akumulasi kejengkelan masyarakat, hingga semangat sipil yang menguat.
GELOMBANG kritik terhadap penggunaan sirene dan lampu strobo di jalan raya terus menguat. Melalui gerakan 'Stop Tot Tot Wuk Wuk' yang viral di media sosial,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved