Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan (BG) mengucapkan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung tadi malam.
BG juga memastikan akan segera melalukan investigasi terhadap insiden tersebut dengan proses yang transparan.
“Pemerintah akan menginvestigasi insiden tersebut dan memastikan prosesnya transparan,” kata BG dalam keterangannya, Jumat (29/8).
Selain itu, BG mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada para peserta aksi yang telah menyampaikan berbagai aspirasi dengan tertib, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu akibat unjuk rasa.
Lebih jauh, BG meminta dan menekankan aparat di lapangan agar lebih persuasif dan humanis, serta tidak bertindak brutal dalam mengamankan warga yang menyampaikan pendapatnya di muka umum.
“Aparat di lapangan agar lebih persuasif dan lebih humanis dalam mengamankan warga yang menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya. (Dev/P-2)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menilai masyarakat telah menjalankan aksi demonstrasi dengan tertib dan kondusif.
Menko Polkam Budi Gunawan mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menko Polkam Budi Gunawan menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar hutan.
Menko Polkam Budi Gunawan memastikan bahwa melalui Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan akan melaksanakan sinergi berkelanjutan.
Pemblokiran itu dilakukan lantaran rekening yang tidak aktif rawan dipakai pihak-pihak tertentu untuk perbuatan kriminal.
Massa tetap bertahan di jalan lingkar walau diberondong gas air mata. Sesekali mereka merangsek ke depan Mapolda ketika efek gas air mata sudah memudar.
PP KAMMI menilai insiden pelindasan seorang peserta aksi oleh polisi menggunakan mobil taktiks Baracuda menambah panjang daftar tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.
Total sebanyak 44 orang dibawa ke markas polisi setelah aksi berlangsung ricuh di depan Gedung DPRD Sumut.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
LBH Jakarta menegaskan aparat kepolisian harus menjamin kebebasan berekspresi dan tidak bersikap represif dalam menghadapi gelombang aksi massa dalam unjuk rasa di DPR dan wilayah Jakarta
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved