Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga dalam kasus pemerasan yang menjerat eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, ada pungutan di sektor lain. Informasi itu didapat penyidik setelah pendalaman. Noel saat ini terjerat kasus perkara pemerasan terhadap tenaga kerja asing (TKA).
“Itu (data awal) untuk pungutan ke tenaga kerja asing. Pada saat kita melaksanakan penanganan RPTKA (rencana penggunaan TKA) ini, diperoleh informasi dari rekan-rekan yang ada di sana,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, (22/9).
Asep menjelaskan, informasi terkait kasus Noel yang didapati KPK awalannya adalah adanya pemerasan terhadap penerbitan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Data awalnya didapat pada akhir 2024.
“Dari sana mulai kita dalami, kita juga bekerja sama tadi seperti disampaikan oleh Pak Ketua (Setyo Budiyanto) dengan PPTAK dan lain-lain,” ujar Asep.
Pendalaman dilakukan secara senyap. KPK akhirnya menemukan adanya aliran dana pemerasan sertifikat K3 kepada beberapa pihak.
Pelaku pemerasan juga tidak menghentikan aksinya saat sudah terendus KPK. Padahal, Lembaga Antirasuah sudah membuka penyidikan terkait pemerasan kepada TKA di instansi yang sama.
“Terjadi terus-menerus, seperti itu, kami pelajari alirannya dan lain-lain,” ucap Asep.
Penelusuran berakhir dengan penangkapan. KPK mendapatkan informasi dari masyarakat yang menjelaskan adanya pembagian uang hasil pemerasan.
“Kemudian pada dua hari yang lalu ini, hari Rabu dan hari Kamis, disitulah kami melakukan eksekusinya,” ucap Asep.
KPK menetapkan sebelas tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Gerry Aditya Herwanto Putra, Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3 Subhan, dan Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Anita Kusumawati.
Lalu, Ditjen Binwasnaker dan K3 Fahrurozi, Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto, Subkoordinator Sekarsari Kartika Putri, Koordinator Supriadi, dan dua pihak PT KEM Indonesia Temurila serta Miki Mahfud. (H-4)
Barang yang telah disita akan dirawat KPK sampai ada putusan hakim. Setelahnya akan dilelang untuk pengembalian kerugian negara.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga pemerasan terhadap tenaga kerja asing terjadi sebelum tahun 2019. Sebanyak dua saksi dimintai keterangan
(KPK) menduga sebagian uang dalam kasus pemerasan tenaga kerja asing (TKA) masuk ke kantor mantan Staf Khusus (Stafsus) eks Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa pendalaman hal tersebut dilakukan saat memeriksa seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Rizaldi Indra Janu sebagai saksi pada hari ini.
Budi mengatakan bahwa penyidik KPK mendalami pengetahuan dari mantan anggota DPR RI tersebut untuk melengkapi berkas perkara.
ORGANISASI Poros Muda Sumatera Utara (Porsu), kelompok relawan pendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden, mengusulkan nama Andrio Caserio untuk mengisi posisi Wamenaker
KPK menampilkan satu unit mobil Toyota Land Cruiser hasil sitaan dari kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menanggapi kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel.
Noel saat menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) diduga meminta jatah uang Rp3 miliar dari Irvian Bobby Mahendro, sosok yang disebut Noel 'Sultan' di Kemnaker
Immanuel Ebenezer alias Noel, saat menjabat sebagai Wamenaker, diduga meminta uang sebesar Rp3 miliar untuk merenovasi rumahnya di Cimanggis ke Sultan di Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro
Prabowo Subianto tidak akan membela anak buahnya yang tersangkut kasus korupsi, termasuk Immanuel Ebenezer alias Noel
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved