Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
TNI Angkatan Udara (AU) mengirimkan para personel ke Prancis guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menghadapi datangnya alat utama sistem senjata (alutsista) baru berupa pesawat tempur dan radar. Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsekal Madya Tedi Rizalihadi mengatakan, mereka yang dikirim ke Prancis merupakan calon komandan skadron.
"Jadi mulai tahun ini itu sudah akan datang, sudah akan dikirimkan para penerbang yang akan belajar ke Prancis untuk mengoperasikan pesawat Rafale," ujarnya saat ditemui usai perayaan HUT ke-3 Koopsudnas di Jakarta, Selasa (28/1).
Selain Rafale, TNI AU juga bakal menerima pesawat pengangkut buatan Airbus bertipe A400M. Di samping pesawat, Tedi juga menyebut personelnya akan belajar langsung ke perusahaan Thales yang bermarkas di Prancis. Indonesia diketahui membeli 25 radar baru dari Thales.
Menurut Tedi, personel TNI AU yang belajar ke Prancis itu diproyeksikan untuk memimpin skadron di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan Lanud Supadio. Sebelum diberangkatkan, TNI AU membekali mereka dengan kemampuan bahasa.
"Jauh-jauh hari sebelumnya kita sudah bekali dengan bahasa, kita sudah kursuskan, kita punya kursus intensif bahasa asing, dan juga ada beberapa lecture tentang teknologi maupun sistem pesawat dan radar yang baru," tandasnya.
Kepala Staf TNI AU Mohamad Tonny Harjono berpesan kepada Koopsudnas untuk terus meningkatkan pengembangan SDM, profesionalitas, dan kemampuan serta penguasaan ilmu pengetahuan terkini. Tonny menyebut, personel yang unggul merupakan fondasi esensial di tubuh TNI AU dalam menghadapi spektrum ancaman peperanan modern yang semakin kompleks dan luas.
"Tingkatkan pemanfaatan teknologi terbaru, serta kembangkan pemikiran yang kreatif, inovatif sebagai solusi terhadap permasalahan satuan," kata Tonny dalam amanat yang dibacakan oleh Tedi. (Tri/I-2)
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved