Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KABINET menggemuk, namun keseimbangan gender di kabinet Indonesia, turun. Presiden Prabowo Subianto telah melantik para menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih, Senin (21/10) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sesuai dengan nama-nama yang telah diumkan pada sehari sebelumnya, Kabinet Prabowo – Gibran itu menggemuk dengan adanya 14 kementerian baru, termasuk 4 kementerian koordinator baru, sehingga total menjadi 48 kementerian. Dari jumlah tersebut ada 5 menteri perempuan, mereka adalah:
1. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan
2. Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital
3. Rini Widyantini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
4. Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata
5. Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Itu berarti terjadi penurunan keterwakilan perempuan dalam kabinet. Di era pemerintahan Presiden Jokowi, sempat terdapat 9 perempuan menjadi menteri sehingga menjadi jumlah partisipasi perempuan terbesar.
Dengan hanya 5 menteri perempuan, Indonesia semakin ketinggalan dari negara-negara lain di dunia dalam mengupayakan keseimbangan gender dalam kabinet.
Berdasarkan data UN Women 2019, sudah banyak negara yang jumlah perempuan bahkan dominan di kabinet. Spanyol menjadi negara teratas jumlah perempuan dalam kabinet, yakni mencapai 64,7%. Nicaragua (55,6%), Swedia (54,4%), Albania (53,3%), Kolombia (52,9%), Costa Rica (51,9%), dan Rwanda (51,9%) juga memiliki menteri perempuan lebih banyak di kabinetnya. Sementara Kanada dan Prancis memiliki persentase yang imbang antara menteri lelaki dan menteri perempuan.
Sedangkan, Indonesia dengan 5 menteri perempuan berarti hanya sekitar 10,41% partisipasi perempuan di pucuk-pucuk kementerian. Memang masih ada lagi 9 perempuan menjadi wakil menteri, namun jumlah pria yang menjadi wakil menteri di Kabinet Merah – Putih lebih banyak lagi.
UN Women menyebut keterwakilan dan partisipasi perempuan sangat penting dalam kepemimpinan maupun dalam kehidupan masyarakat secara umum. Partisipasi itu penting untuk mencapai berbagai tyjuan terkait kesejahteraan hidup. Salah satu tujuan yang nyata yang juga membutuhkan partisipasi perempuan adalah Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Dengan partisipasi perempuan maka kebijakan yang dilahirkan akan memiliki spektrum yang lebih luas dan lengkap. Perempuan tidak hanya memiliki pandangan yang mewakili gendernya saja melainkan peran yang besar, termasuk bagi keluarga dan masyarakat luas. (M-1)
SATU tahun perjalanan Kabinet Merah Putih, 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2025, menjadi tonggak penting bagi Kementerian Agama (Kemenag)
Dengan konsistensi dan dukungan masyarakat, program-program Prabowo akan menunjukkan hasil signifikan pada tahun ketiga kepemimpinannya.
Prabowo juga melantik Aminuddin Ma'ruf dan Tedi Bharata sebagai Wakil I dan II BP BUMN.
PEMERINTAHAN Prabowo Subianto langsung tancap gas di awal masa jabatannya lewat kebijakan pemangkasan anggaran senilai Rp306,69 triliun.
Kabinet wajib dapat menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengatasi masalah-masalah di masyarakat. Jika dinilai kurang memuaskan, ia menspekulasi reshuffle kabinet bisa terjadi.
PRESIDEN Prabowo Subianto telah mencanangkan makan bergizi gratis (MBG) sebagai program prioritas nasional.
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) KIPP Tahun 2025.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Meutya Hafid mengatakan pemulihan layanan komunikasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kebutuhan warga dan koordinasi penanganan bencana tetap berjalan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan pupuk
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan nilai dan etika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved