Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melantik Irjen Eddy Hartono sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024.
Merespon hal tersebut, Pengamat Terorisme, Harits Abu Ulya, menilai bahwa kepala BNPT yang baru dilantik tersebut tentunya tidak akan bisa bekerja secara maksimal dan tidak bisa melakukan banyak hal, mengingat sisa periode Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 hanya tersisa satu bulan.
"Di waktu yang sempit tentu tidak akan banyak hal yang bisa dilakukan oleh kepala BNPT yang baru. Mungkin bisa membuat keputusan rotasi atau mutasi jabatan di lingkungan BNPT, tetapi diluar urusan itu tentu kinerja tidak akan bisa optimal apalagi maksimal," kata Harits saat dihubungi, Rabu (11/9).
Baca juga : Ditanya Isu Reshuffle, Menteri ESDM: Tunggu Saja
Harits mengatakan, di sisa akhir jabatan Presiden Joko Widodo, pelantikan terhadap pejabat-pejabat baru tentunya tidak akan memberikan kinerja yang begitu efektif.
Kendati begitu, menurutnya, ada kemungkinan para pejabat baru ini nantinya akan diperpanjang pada masa kepemimpinan Presiden yang baru.
"Semua itu ya terserah Jokowi, terserah maunya Presiden dengan hak prerogatifnya yang masih belum lepas dari dirinya. Mungkin bisa saja nanti presiden yang baru dilantik akan memperpanjang masa jabatannya," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Irjen Eddy Hartono sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Acara pelantikan tersebut digelar pada Rabu, (11/9), di Istana Negara, Jakarta.
Eddy menggantikan Komjen Rycko Amelza Dahniel yang telah purna tugas sebagai anggota kepolisian sejak 14 Agustus lalu. Pengangkatan Eddy berdasarkan surat keputusan presiden Nomor 124/TPA. (Z-9)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengaku gembira selama lima tahun menduduki kursi wapres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved