Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGEDEPANKAN pemberdayaan perempuan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional yang lebih baik.
"Secara natural perempuan merupakan guru kehidupan pertama untuk anak-anaknya. Sehingga pemberdayaan dalam bentuk pendidikan yang layak bagi para perempuan diharapkan mampu menopang proses pengembangan karakter anggota keluarga dan peningkatan kualitas hidup keluarga yang lebih baik," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/7).
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (Februari 2023), jumlah perempuan Indonesia sebanyak 136,3 juta atau mencapai 32,26% dari total penduduk 275,7 juta.
Baca juga : Peningkatan Kualitas Kesehatan Perempuan Kunci Pembangunan SDM Nasional
Pada 2022, jumlah perempuan di Indonesia yang menduduki posisi manajerial 32,26%. Persentase tersebut menunjukkan kenaikan dari proporsi pada 2015 yang hanya mencapai 22,32%.
Kenaikan proporsi perempuan di posisi tersebut menunjukkan adanya potensi untuk peningkatan peran aktif perempuan dalam proses pembangunan di Indonesia.
Menurut Lestari, dengan jumlah populasi perempuan yang semakin signifikan dan mampu berperan aktif dalam kehidupan keseharian di masyarakat, upaya pemberdayaan perempuan dapat memberi dampak yang signifikan dalam pencapaian sejumlah target pembangunan SDM nasional.
Baca juga : Proses Pembangunan Butuh Gerak Bersama Anak Bangsa yang Dilandasi Nilai-Nilai Pancasila
Demikian juga, tambah Rerie sapaan akrab Lestari, dalam hal pendidikan. Sebagai seorang ibu, jelas Rerie, perempuan merupakan guru kehidupan yang pertama bagi anak-anaknya.
Selain itu, jelas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, para orang tua juga harus mampu memberi teladan dalam upaya menanamkan pemahaman budi pekerti bagi keluarganya.
Dengan strategisnya peran perempuan dalam membangun fondasi kesehatan dan budi pekerti di lingkungan keluarga, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah memberikan perhatian yang serius terhadap berbagai upaya pemberdayaan perempuan di tanah air. (Z-7)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai kebijakan pemerintah menunda akses akun digital, termasuk media sosial, bagi anak di bawah usia 16 tahun merupakan langkah penting.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai wujud nilai Empat Pilar Kebangsaan dan solidaritas sosial masyarakat.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan peran strategis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam meningkatkan kualitas SDM.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ekosistem Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan desa.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 7% terlalu tinggi dan berpotensi memberatkan partai politik.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved