Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA memiliki kewajiban membangun ekosistem kebudayaan. Untuk itu, negara harus menginvestasikan anggaran di bidang kebudayan, dana yang cukup untuk membangun kebudayaan.
"Kita ingin memajukan kebudayaan. Karena itu, negara harus berani menginvestasikan dana yang besar untuk kemajuan kebudayaan," ungkap Calon Presiden nomor urut satu, Anies Baswedan di depan sejumlah seniman
Kota Bandung, Minggu (28/1).
Dalam acara yang dikemas dengan tema Ngajabarkeun Abah Anies itu, Anies menjanjikan meski memberikan anggaran dan investasi yang besar, namun negara tidak boleh mengatur sendiri. Negara memiliki kewenangan, tapi belum tentu negara punya pengetahuan.
Baca juga: Kampanye Akbar di Bandung, Anies Sebut Masyarakat Jawa Barat Konsisten dengan Perubahan
Negara harus mengajak bicara para budayawan dan seniman guna membuat peta jalan yang harus dilakukan.
"Negara hadir mendukung finansial dan fiskal. Namun, supaya bisa berjalan, jangan negara yang menentukan.
Negara belum tentu tahu apa yang sesungguhnya dibutuhkan dalam proses pembangunan kebudayaan," tandasnya.
Pentingnya pemajuan kebudayaan ini dicontohkan Anies pada saat memimpin Kota Jakarta. Dia memisahkan dinas pariwisata dengan kebudayaan.
Baca juga: Tren Pemilih Ganjar-Mahfud Bergeser ke Anies-Muhaimin
"Wisata itu untuk penghidupan, sedangkan kebudayaan untuk kehidupan. Dua hal yang berbeda dan jangan pernah dicampur. Satu for profit satu lagi civilization," jelas dia.
Membangun kebudayaan, tambah Anies, merupakan upaya membangun peradaban. Untuk itu negara harus hadir membiayai, negara harus masuk dengan memberikan investasi.
Dia mencontohkan upayanya membangun Taman Ismail Marzuki. Siapa pun yang datang ke sana, saat ini, akan menilainya sebagai pusat kebudayaan kelas
dunia.
Padahal saat pembangunan banyak yang mengkritik. Ternyata setelah jadi, hasilnya berbeda dengan yang mereka bayangkan dulu.
"Saya memang ingin menghadirkan pusat kebudayaan bertaraf internasional. Saya janji jika terpilih nanti akan membangun gedung yang sama di Bandung, supaya seniman dan budayawan punya kebanggaan," tandasnya.
Anies berharap komunitas kebudayaan harus bisa terus hidup. Untuk itu harus dijaga, jangan sampai mati dan negara memberikan dukungannya.
Dia menunjuk padepokan seniman Iman Soleh di wilayah Ledeng, Kota Bandung. Komunitas seniman di lokasi ini hidup dan terus dijaga. Banyak seniman muda datang dari seluruh Indonesia untuk belajar.
"Saya sering ke sana. Proses mentoring di sana luar biasa. Saya bayangkan, kita memiliki 20 tempat seperti itu di Indonesia. Hasilnya pasti dahsyat," tegasnya. (Z-10)
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Situs Dampuawang di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan berdasarkan survei awal menyimpan sejarah sebagai bagian dari peradaban Kabupaten Indramayu.
Membangun masjid di tiga benua adalah satu kewajiban bersama. Karena masjid bukan hanya tempat ibadah tapi juga tempat peradaban
PADA 26 Mei lalu, Facebook melalui fitur kenangannya mengingatkan bahwa saya pernah membuat sebuah refleksi sederhana tentang era baru dalam pelestarian kebudayaan Indonesia.
Berbagai informasi seputar warisan di sepanjang DAS Citarum melalui kegiatan bernama 'Cerita Citarum'.
Kini siapa yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban.
PB PMII menggelar diskusi lingkungan dan penanaman mangrove. Kegiatan dengan mengusung tema "Bersama Pulihkan Lingkungan, Bangun Peradaban Maju"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved