Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS Antikorupsi Abraham Samad menyayangkan tiga calon presiden yang melakukan debat tak secara gamblang membahas isu pemberantasan korupsi. Ketiga capres juga dinilai tak menyampaikan prioritisasi agenda pemberantasan korupsi sebagai kepentingan nasional.
"Paslon itu jawabannya agak normatif soal pemberantasan korupsi. Padahal yang ditunggu itu adalah, kalau kita ingin memberantas korupsi itu ada road map (peta jalan) pemberantasan korupsi, kemudian strategi pemberantasan korupsi," kata Abraham menanggapi hasil debat capres di Metro TV, Selasa (12/12).
Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 itu, peta jalan dan strategi pemberantasan korupsi menjadi penting dan keniscayaan. Dengan penyampaian hal itu, kata Abraham, masyarakat dapat mengukur sejauh mana keseriusan capres pada isu korupsi.
Baca juga : Anies Tegaskan Negara tidak Berdagang dengan Rakyat
Dia tak menampik, ketiga paslon kerap mengatakan berkomitmen untuk memberangus praktik korupsi. Narasi penguatan KPK, mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga merevisi UU KPK belum cukup memuaskan karena para capres tak menyampaikan seperti apa strategi yang akan digunakan.
Sementara itu, Pakar Muda Hukum dan HAM Heri Akbar Apriawan mengatakan, capres nomor urut 1 Anies Baswedan lebih unggul dibanding dua capres lainnya dalam hal pemberantasan korupsi.
"Yang leading adalah Anies karena mengatakan merevisi kembali UU KPK dengan membangun statement bahwa standar KPK menjadi lebih tinggi. Itu bisa dilakukan melalui revisi UU KPK. Ketika ini mau diubah kembali, ini menjadi oase saat KPK tidak leading dalam pemberantasan korupsi. Saat ini KPK sering bersetubuh dengan kepentingan," ujarnya.
Pernyataan Anies soal standar tinggi harus dimiliki oleh lembaga antirasuah itu juga menjadi nilai tambah. Sebab, itu selaras dengan kondisi dan situasi saat ini yang menunjukkan KPK tampak berkompromi dengan kasus-kasus korupsi.
"KPK harus punya standar tinggi karena lembaga yang mampu mengontrol secara sosial dan pemerintah terhadap orang-orang korup. Ketika standar sama, itu akan terlihat politis. Akhirnya KPK akan dipakai sebagai alat politik untuk mencaplok lawan politik. Maka dari itu perlu satu standar tinggi agar KPK jadi independen dan melihat dari kacamata ideal," terangnya. (Z-5)
DALAM waktu kurang dari 54 hari, nasib Wakil Presiden Kamala Harris dan Donald Trump ditentukan saat rakyat Amerika memberikan suara mereka pada pemilu 2024.
DEBAT sengit antara Wakil Presiden AS Kamala Harris dan mantan presiden Donald Trump pada Selasa (10/9) malam membahas isu ekonomi, imigrasi, aborsi, demokrasi, dan perubahan iklim.
MODERATOR debat presiden, Selasa (10/9), mengizinkan Wakil Presiden Amerika Seikat (AS) Kamala Harris mengulang klaim palsu tentang pemerkosaan pada 7 Oktober.
Kedua kandidat capres ini belum pernah bertemu sebelumnya dan perdebatan diduga akan berlangsung dengan gaya yang kontras.
Anies akan mendapatkan elektoral dari debat. Ini akan mempengaruhi mereka semakin mantap untuk menentukan pilihannya ke pasangan Anies-Muhaimin
Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) mengaku bergembira jika Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud setuju dengan perubahan.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved