Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik sekaligus Consultant Director Citra Indonesia, Soeyanto, menyatakan kalau Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa merupakan figur dengan elemen yang lengkap. Soeyanto menyebut kalau Andika Perkasa mampu melengkapi apa yang dibutuhkan oleh Ganjar Pranowo.
“Dibandingkan para mantan menteri, saya rasa pak Andika Perkasa masih memiliki kelengkapan elemen yang bisa menyempurnakan figur Ganjar Pranowo,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia turut menuturkan kalau ada hal lain yang perlu dilihat dari sosok Andika Perkasa, yakni elektabilitas. Soeyanto berpendapat kalau Andika Perkasa adalah mantan Panglima TNI yang paling banyak dikenal oleh masyarakat.
Baca juga: Hilangkan Stigma PKI di Militer, Andika Perkasa Dinilai Cocok Jadi Cawapres
Sosoknya yang memiliki integritas tinggi pada instansi pertahanan negara membuatnya menjadi idola rakyat. Dan tidak hanya itu, hal lain yang dapat menjadi acuan terhadap penunjukan Andika Perkasa sebagai cawapres adalah ideologi dan cara pandang.
Soeyanto memperhitungkan bagaimana Andika Perkasa dan PDI Perjuangan membawa kesamaan ideologi.
Baca juga: KPU Minta Bantuan Menkes Tunjuk RS untuk Tes Kesehatan Capres-Cawapres
“Kesamaan ideologi kesamaan cara pandang. Kalau bicara paradigma politik, saya rasa pak Andika lebih dekat dengan PDI Perjuangan,” ujarnya.
Oleh karenanya, Soeyanto berpendapat kalau Jenderal Andika Perkasa memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo dibandingkan dengan calon nama lainnya. (Z-7)
Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam ideologi di dunia, mulai dari Liberalisme, Komunisme, hingga Pancasila, serta karakteristik utamanya.
Pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan rasa dendam, penolakan sosial, dan kehilangan makna diri, yang dapat membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Dalam konteks geopolitik modern, konsep proxy war atau perang perwakilan memiliki peran penting dalam memahami dinamika kekuatan global
Semua komponen bangsa harus bahu membahu menciptakan rasa aman sebagaimana arahan Presiden RI.
Dengan politik jalan tengah itu, Bivitri mengatakan program-program yang ditawarkan partai politik sekadar gimik belaka, bukan program yang berkarakter ideologi kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved