Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak membeberkan pengakuan terkait Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Yusuf mengatakan Prabowo menjanjikan posisi jabatan tertentu pada pihaknya.
"Nanti kalau sudah memimpin, saya jadi presiden, saya pasti akan berikan peluang-peluang dalam arti kata posisi-posisi dan sebagainya," kata Yusuf menirukan pernyataan Prabowo saat dihubungi, Rabu, (20/9).
Menurut dia, pernyataan itu terlontar ketika pihaknya berkomunikasi intens dengan Prabowo. Intinya, GNPF ingin melihat keseriusan Prabowo, sebagai dasar dukungan umat.
Baca juga : KIM Rancang Strategi Kampanye Pemenangan Prabowo
"Saya mencoba gali keseriusan Pak Prabowo meminta dukungan umat Islam. Bukan hanya umat Islam, dan umat-umat lainnya juga," ujar Yusuf Martak.
Baca juga : KIM Matangkan Gagasan Untuk Kampanye Prabowo di Pilpres 2024
Namun, Prabowo meminta dukungan GNPF tak terlalu kentara. Berikut dengan pembeberan janji soal posisi.
"Tapi Pak Prabowo selalu menyatakan 'Iya nanti, jangan sekarang, jangan terlalu mencolok," ungkap Yusuf Martak.
Setelah itu, kata Yusuf, Prabowo tak kunjung memberi kepastian. Prabowo melunak setelah pihaknya mendesak.
"Maka saya tantang Pak Prabowo. Klo Pak prabowo nggak serius enggak usah. Dia bilang 'Oh jangan gitu'. Akhirnya komunikasi intens. Bahkan saya datang di Kertanegara kalau ada media saya diminta dampingi," kata Yusuf.
GNPF merupakan elemen pendukung Prabowo pada Pilpres 2019. Mantan Danjen Kopassus itu menandatangani pakta integritas yang disodorkan GNPF Ulama dalam Ijtima Ulama II pada September 2018. (MGN/Z-8)
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas di Kertanegara, Jakarta, Jumat (27/2) dengan menteri Kabinet Merah Putih setelah melakukan kunjungan luar negeri ke AS
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Dubes Rusia Sergei Tolchenov hormati keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace (BoP) Gaza, namun ungkap alasan Rusia tak ikut serta. Cek faktanya.
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Dalam kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab, Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr, Kamis (26/2).
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved