Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Amanat Nasional (PAN) terus menggencarkan pemahaman Pancasila secara menyeluruh kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan demi membendung paham radikalisme sehingga dapat melindungi keutuhan bangsa agar tidak terpecah belah.
“Pancasila juga jangan sekadar dihapal tetapi harus diamalkan sehingga menjadi perilaku,” kata Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto lewat keterangan yag diterima, Minggu (16/7).
Baca juga: Bali Membumikan Pancasila Lewat Desa Adat
PAN menekankan bahwa dalam upaya pengamalan harus didahului dengan membumikan Pancasila dengan bahasa yang mudah agar dipahami oleh masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan lebih paham pemaknaan pancasila sehingga mudah untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Sehingga Pancasila membumi, bukan di awang-awang,” ucapnya.
Baca juga: PBNU: Generasi Muda Harus Cegah Penyebaran Narasi Keagamaan Keliru
Lebih lanjut, Yandri juga mendorong berbagai pihak agar seperti Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dapat bersama-sama mencari tahu akar permasalahan radikalisme. Dengan begitu, penanganan secara komprehensif dapat tercipta untuk membendung radikalisme.
Pasalnya bermacam faktor ditenggarai merupakan pemicu munculnya radikalisme. Mulai dari permasalahan ekonomi hingga sosial yang belum teratasi dapat memicu radikalisme.
“Jadi masalah radikalisme perlu dikaji, apakah karena masalah ekonomi, pendidikan, dan lingkungan,” pungkaasnya. (H-3)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Simak 11 butir sila kelima Pancasila dan contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi, dan dunia digital di tahun 2026.
Pelajari 10 butir sila keempat Pancasila beserta contoh pengamalannya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat secara lengkap dan terbaru.
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved