Kamis 29 Desember 2022, 16:35 WIB

Mahfud MD Beberkan Sulitnya Ungkap Kasus HAM Berat Masa Lalu

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Mahfud MD Beberkan Sulitnya Ungkap Kasus HAM Berat Masa Lalu

Antara
Menko Polhukam Mahfud MD saat menyampaikan catatan akhir tahun.

 

MENKO Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD membeberkan alasan mengapa pemerintah selama ini kesulitan mengungkap kasus kejahatan HAM berat masa lalu.

Pertama, tidak adanya ketersediaan data yang komprehensif terkait para korban. "Selama ini, Komnas HAM sudah memberikan data, tetapi tampaknya itu kurang lengkap," jelasnya, Kamis (29/12).

"Menurut Komnas HAM korbannya cuma sekian. Padahal, ada yang bilang masih banyak," imbuh Mahfud.

Baca juga: Peristiwa HAM Berat Paniai tak Diselesaikan Tim PPHAM

Kedua, lanjut dia, data yang dikumpulkan kerap terdistorsi atau sudah ditafsirkan dalam berbagai opini. Lalu ketiga, adanya ketertutupan dari sejumlah lembaga yang mempunyai data pembanding.

"Ada lembaga yang punya data, tapi ketika diminta, mereka tutup-tutupi. Itu dulu ketika belum ada UU tentang Keterbukaan Informasi," paparnya.

Keempat, kurangnya rasa percaya korban terhadap pemerintah. Adapun yang terakhir adalah sensitivitas di kalangan korban. Menurut Mahfud, tidak semua keluarga dari korban pelanggaran HAM berat mau membuka kasus tersebut.

Baca juga: Hasyim Asy'ari: Semoga KPU tidak Pernah Jadi Tersangka

"Misalnya korban penembakan oleh petrus. Anak dari korban itu banyak jadi direktur, pegawai negeri sipil. Kalau ini diungkap, kalau publik tahu, bahwa kakek mereka adalah preman dan terbunuh oleh petrus, malah malu," terang Mahfud.

Adapun Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) kini berupaya menyingkirkan berbagai kendala pengungkapan kasus.

"Tim PPHAM mencoba menyelesaikan masalah. Mendiskusikan dengan semua pihak. Sehingga, kendala psikologis seperti itu tidak muncul," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

MI/Susanto

Dongkrak Indeks Korupsi, Kejagung Gencarkan Pengusutan Kasus

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:31 WIB
Salah satu terobosan yang dilakukan penyidik Kejagung adalah membuktikan kerugian perekonomian negara dalam dua perkara korupsi pada tahun...
Dok. Bawaslu.go.id

Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD RI

👤Antara 🕔Rabu 01 Februari 2023, 20:42 WIB
Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD...
 MI/USMAN ISKANDAR

PKS Justru 'Pede' Golkar yang bakal Merapat ke Koalisi Perubahan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 19:58 WIB
Partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu itu justru percaya diri Golkar bakal bergabung dengan Koalisinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya