Selasa 01 Maret 2022, 10:02 WIB

Ketua Umum NasDem Tegas Tolak Pengunduran Pemilu

 Sri Utami | Politik dan Hukum
Ketua Umum NasDem Tegas Tolak Pengunduran Pemilu

Dok/SETPRES
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan menolak pengunduran Pemilu demi kepentingan bangsa dan negara.

 

WACANA penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkan oleh beberapa elite partai politik menuai penolakan dari berbagai pihak karena dianggap melanggar konstitusi dan amanat reformasi.

Partai NasDem yang lahir dari semangat restorasi Indonesia tidak ingin dianggap sebagai pengkhianat reformasi. Karenanya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan menolak pengunduran Pemilu demi kepentingan bangsa dan negara.

"Ketika ingin menempatkan kepentingan bangsa, maka kita akan menempatkan sesuai konstitusi. Nah, kalau konstitusinya berbicara seperti itu (dua periode), maka NasDem akan berada paling depan (mematuhi aturan)," tegasnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/3) menekankan dalam konstitusi Pasal 22E UUD 1945 secara imperatif menyatakan bahwa pemilihan umum untuk memilih anggota DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden serta DPRD dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra : Penundaan Pemilu Melanggar Konstitusi

Partai NasDem teguh memegang aturan bernegara yang merujuk konstitusi yang ada. Dia juga mengajak kepada para elite partai untuk mematuhi konstitusi.

"Tentu kita mengajak semua pihak, untuk tetap menggelar Pemilu," imbuhnya.

Tidak hanya itu politisi kelahiran Aceh ini juga melihat tidak ada alasan untuk menunda Pemilu 2024. Penundaan Pemilu bisa dilakukan, jika keadaan memang terpaksa. Misalnya ada perang, bencana alam yang luar biasa terjadi.

Faktanya, saat ini kondisi negara dalam keadaan kondusif dan baik-baik saja, sistem perekonomian juga menunjukkan tren positif. Karenanya, sepanjang masih berjalan baik dan kepemimpinan berhasil menanggulangi covid-19 maka Pemilu tetap dilanjutkan sesuai jadwal.

Paloh pun menginstruksikan kepada seluruh anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem di parlemen untuk mendorong agar Pemilu tidak ditunda.

Lebih jauh dia mengimbau kepada seluruh kader dan masyarakat agar wacana perpanjangan masa jabatan presiden yang mencuat kembali belakangan ini untuk tidak ditanggapi.

"Sistem negara kita demokrasi, yang mana demokrasi super liberal. Kalau baru exercise gini dan lempar-lempar kecil ya NasDem pahami itu, jadi belum tertarik bahas ini secara serius," terangnya.

Meski begitu, Paloh tetap menghargai keinginan Parpol lain yang mewacanakan pengunduran Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. "Saya hormat jika Parpol lain punya argumentasi untuk usul perpanjangan masa kepemimpinan," tukasnya. (Sru/OL-09)

Baca Juga

MI/Susanto

Dukcapil Terbitkan 2 Akta Kematian Jemaah Haji yang Wafat

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 06 Juli 2022, 11:05 WIB
DUKCAPIL Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi penerbitan dokumen kependudukan (Akta Kematian) jemaah haji yang wafat saat melaksanakan...
Ist

Salam Pancasila Terus Dipopulerkan untuk Tetap Teguhkan Pancasila

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:48 WIB
BPIP ingin memperkenalkan salam yang dibutuhkan dalam menjaga persatuan Indonesia tanpa mengganggu...
MI/MOHAMAD IRFAN

Presiden ACT Ibnu Khajar Telah Diperiksa Atas Dugaan Penipuan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:31 WIB
Ibnu Khajar dan Ahyudin dilaporkan atas dugaan Penipuan atau Keterangan Palsu dalam Akta Autentik, sesuai Pasal 378 atau 266...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya