Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Edelman Trust Barometer yang dirilis pada 2022 menyebutkan bahwa Indonesia berada pada posisi empat besar negara dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap pemerintahan. Pemerintah Indonesia dinilai mendapat kepercayaan yang tinggi ketimbang pemerintahan negara lainnya.
Indonesia memiliki tingkat kepercayaan sebesar 76%, naik 6% dari tahun sebelumnya. Tertinggi ada Tiongkok (91%), Uni Emirat Arab (87%), Arab Saudi (82%) dan Indonesia. Sementara untuk kelompok distrust, ada AS (39%), Jepang (36%) dan Argentina (22%).
Baca juga: Presiden: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelayan Publik yang Lambat
Edelman Trust Barometer sendiri merupakan survei kepercayaan dan kredibilitas tahunan terhadap demokrasi. Variabelnya mencakup bidang bisnis, pemerintahan, NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan media. Survei ini mencakup 28 negara dengan lebih dari 36.000 responden. Survei dilakukan melalui wawancara secara online antara 1-24 November 2021.
Terkait kepercayaan publik terhadap demokrasi, Edelman menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap demokrasi di Indonesia ada di peringkat ketiga dunia. Laporan tersebut memaparkan bahwa publik di Indonesia memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap demokrasi, bahkan melampaui negara-negara maju.
Untuk peringkat pertama diduduki oleh Tiongkok dan peringkat dua ditempati Uni Emirat Arab (UEA). Tahun ini, Indonesia mendapatkan rata-rata skor 75. Angka itu juga naik 3 poin dibandingkan hasil survei tahun lalu. Sementara itu, Tiongkok mencapai skor 83 dan skor UEA ada di angka 76.
Uniknya, publik di negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat (AS) dan Rusia berada pada kelompok distrust atau tidak percaya terhadap demokrasi di negara mereka.
Pada bidang Bisnis, Indonesia berada di peringkat kedua setelah Tiongkok. Indonesia meraih 81%, naik 3% dari tahun sebelumnya. Ini bisa menggambarkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia percaya terhadap pengelolaan bisnis dan ekonomi baik di luar maupun dalam negeri.
Pada bidang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tingkat kepercayaan Indonesia berada pada peringkat kelima, dengan persentase kepercayaan sebanyak 70%. Teratas ada India (78%), China (77%), Kenya (73%), dan Uni Emirat Arab (73%). Ini merupakan posisi terendah Indonesia dari seluruh bidang.
Indonesia juga berada pada posisi kedua dalam bidang kepercayaan terhadap media. Tercatat Indonesia memiliki tingkat sebesar 73% kepercayaan, naik 1 persen dari tahun lalu.
Namun di sisi lain, Indonesia juga berada di posisi tinggi yang cemas akan fake news atau berita hoaks, dengan persentase 83 persen di posisi kedua. Posisi pertama ada Spanyol dengan tingkat kecemasan sebesar 84%. (RO/A-1)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Demokrasi, bisa bertumbuh dari akar ilmu (pengetahuan) yang terintegrasi dengan amal perbuatan
IPK Indonesia 2025 turun ke skor 34. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai perbaikan penegakan hukum jadi kunci pemberantasan korupsi.
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved