Selasa 04 Januari 2022, 20:27 WIB

Bekas Dirut ASABRI Dihukum 20 Tahun Penjara

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Bekas Dirut ASABRI Dihukum 20 Tahun Penjara

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Mantan Dirut Asabri periode 2011-2016 Adam Rachmat Damiri

 

MAJELIS hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis mantan Direktur Utama PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Majen (Purn) Adam Rachmat Damiri bersalah terkait korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi. Ia dihukum pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp800 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan tindak pidana korupsi," kata hakim ketua IG Eko Purwanto di ruang sidang, Rabu (4/1).

Hukuman tersebut dua kali lebih tinggi ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan yang digelar pertengahan Desember 2021. Saat itu, JPU menuntut hakim memidana Adam penjara selama 10 tahun, denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hakim juga menjatuhkan pidana uang pengganti kepada Adam sejumlah Rp17,972 miliar subsider 5 tahun penjara. Uang pengganti itu setara dengan kekayaan yang diperoleh Adam dari tindak pidana korupsi selama menjabat sebagai Dirut ASABRI periode 2011 sampai 2016.

Baca juga: Wapres: Pembangunan Kesejahteraan Papua Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Eko menyebut kerugian keuangan negara sebesar Rp22,788 triliun yang diakibatkan oleh perbuatan Adam dan terdakwa lain sangat besar. Hal itu menjadi salah satu hal yang memberatkan dalam putusan hakim.

Di samping itu, keadaan memberatkan lainnya adalah Adam dinilai tidak mendukung program pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), tindak pidana yang dilakukan bersifat terencana, terstruktur, masif, dan bisa meyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kegiatan perasuransian maupun pasar modal, berdampak pada stabilitas perekonomian negara, serta tidak mengakui perbuatannya.

Adapun keadaan-keadaan yang meringankan putusan adalah ia telah bersikap kooperatif dan sopan selama persidangan, menjadi tulang punggung keluarga, belum pernah dihukum, dan telah berjasa kepada negara selama 33 tahun aktif di dunia TNI.(OL-4)

Baca Juga

Dok.MI

KY Pertimbangkan Beri Perlindungan kepada Majelis Hakim Kasus Sambo

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 29 September 2022, 14:03 WIB
Miko menjelaskan pemantuan pada persidangan Ferdy Sambo untuk menjaga agar hakim tidak melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku...
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Moeldoko: Kalau Diperlukan, TNI Bisa Tangkap Lukas Enembe

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 29 September 2022, 13:37 WIB
"Kalau dia dalam perlindungan masyarakat, apa perlu TNI dikerahkan? Kalau diperlukan, ya apa boleh...
Ist

Anggota DPR Gelar Sosialisasi Pemilu Serentak 2024 di Rembang, Jateng

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 13:30 WIB
Riyanta berharap, sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, yang sudah memiliki hak pilihnya di tahun 2024, untuk memanfaatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya