Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

NasDem Minta Jangan Ada Lagi Pelarangan Buku

Teguh Nirwahyudi
18/5/2016 11:58
NasDem Minta Jangan Ada Lagi Pelarangan Buku
(Yayuk Sri Rahayu Ningsih -- fraksinasdem.org)

ANGGOTA Komisi X DPR Yayuk Sri Rahayu Ningsih menanggapi aksi aparat keamanan yang kerap melakukan razia dan penyitaan buku-buku yang menyebarkan paham kiri belakangan ini. Menurut Yayuk, semestinya tidak perlu lagi ada hal semacam itu. Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang ini.

“Kalau pun ada buku yang dilarang, apakah mereka tidak bisa mencarinya dari internet?” ucapnya retoris, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (17/5).

Apalagi, menurut Yayuk, buku-buku yang diterbitkan dan akhirnya beredar di masyarakat tentu melalui tahapan perpustakaan nasional, melalui terbitnya ISBN (International Standard Book Number).

"Jangan, tidak bisa main asal dilarang aja," tegasnya.

Yayuk menekankan bahwa buku adalah jendela pengetahuan. Buku juga menjadi ukuran majunya peradaban sebuah bangsa. Apalagi Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan aparat penegak hukum untuk tidak kebablasan.

Memperingati hari buku nasional yang jatuh pada Selasa (17/5), Yayuk menyatakan ini adalah momentum di mana masyarakat Indonesia harus membudayakan lagi minat baca mereka.

Pasalnya, dari data yang ada, dari 2013 hingga 2014, Indonesia sudah memproduksi 30 ribu judul buku. Namun, sayangnya, minat baca orang Indonesia masih tergolong rendah.

Data UNESCO menyebutkan, minat baca di Indonesia adalah 0,001 atau 1:1000. Ini sama dengan hanya ada satu orang pembaca buku dari seribu penduduk yang ada.

"Kualitas buku harus betul-betul diutamakan, agar diminati anak-anak, pelajar, dan mahasiswa," tegas Yayuk. (RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya