Senin 06 Desember 2021, 11:32 WIB

Presiden: Kunci Menjaga Kedaulatan adalah Memenangkan Persaingan

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden: Kunci Menjaga Kedaulatan adalah Memenangkan Persaingan

Dok TVDesa
Presiden Joko Widodo

 

ESENSI menjaga kedaulatan sudah bergeser. Menjaga kedaulatan tidak bisa lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan mengusir penjajah atau keberhasilan memagari negara dari pihak-pihak asing. Kedaulatan bukan berarti menutup diri.

Di era modern seperti sekarang, kedaulatan adalah memenangkan persaingan.

Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia secara virtual, Senin (6/12).

Baca juga: Jokowi Tuntut Kadin Berperan Terkait Agenda Presidensi G20

"Pilar utama dalam menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi. Kita harus memenangkan kompetisi di dalam negeri dan di luar negeri. Kita harus lebih unggul dari negara lain. Kita harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif ini," jelas Jokowi.

Negara, sambung presiden, kini bisa dinyatakan berdaulat jika mampu melakukan terobosan yang pada akhirnya mampu memberi manfaat kepada masyarakat.

Untuk mencapai itu, tentu bukan perkara mudah. Kerja keras harus dilakukan. Kedaulatan harus diperjuangkan dengan keberanian terutama dalam berinovasi dan menemukan cara-cara baru.

Sebagai contoh, untuk mendahului negara lain yang kini sudah maju, Indonesia tidak mungkin menggunakan kereta atau rel yang sama seperti mereka.

Pemerintah dan masyarakat Tanah Air harus menemukan cara baru, rel baru, kendaraan baru yang jauh lebih cepat

"Oleh karena itu kita tidak cukup hanya naik kereta. Kita harus melompat. Kalau tidak melompat, ya jangan berharap kita bisa mendahului negara-negara lain yang sudah lebih maju dari kita," ucap mantan wali kota Solo itu.

Jokowi menekankan bahwa Indonesia harus berubah. Indonesia yang selama ini hanya berperan sebagai pengikut harus mulai tampil sebagai trendsetter.

"Hilangkan watak follower," tegasnya.

Penciptaan inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi harga mati. Meskipun dalam situasi pandemi, hal-hal tersebut harus bisa dilakukan.

"Justru Ini adalah peluang. Tatkala dunia berhenti sejenak, kita harus tetap maju bergerak," tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Tunjangan Dihentikaan saat Tugas Belajar, Dua Dosen Gugat UU

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:45 WIB
Dua dosen menguji ketentuan Pasal 51 ayat (1) UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen karena dianggap multitafsir dan dapat ditafisirkan...
Antara

Ruang Privat Tetap Dijamin Dalam KUHP

👤Sri Utami 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:20 WIB
Juru Bicara Tim Sosialisasi KUHP Nasional Albert Aries memastikan Pasal 284 tidak mengganggu ruang...
Antara

Sambut Hari HAM se-Dunia,  Indeks HAM Indonesia Jadi Tolok Ukur

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 08 Desember 2022, 12:45 WIB
Adanya pembangunan indeks HAM tersebut sebagai dasar analisis berbasis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya