Senin 02 Februari 2015, 00:00 WIB

NU Prihatin dengan Demokrasi Transaksional

NU Prihatin dengan Demokrasi Transaksional

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

 

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merasa prihatin dengan perkembangan demokrasi di Indonesia yang masih bersifat transaksional. Bahkan, dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum, muncul kecenderungan suara bisa dikonversi dengan uang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat berpidato dalam harlah ke-89 NU di Jakarta, Sabtu (31/1) malam. Ia mengatakan, Indonesia diakui merupakan negara berpenduduk terbesar ketiga yang berhasil melaksanakan politik demokrasi terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat.

"Hanya saja yang menjadi catatan penting bagi NU adalah, bisakah kita melaksanakan politik demokrasi dengan baik jika tanpa diiringi secara substansial dengan pembangunan ekonomi yang memihak umat," kata Said Aqil.

Menurut dia, fakta di lapangan menunjukkan bahwa politik demokrasi masih terasa getir dan pahit. Demokrasi masih transaksional. "Politik demokrasi yang berjalan di lapangan berkutat pada istilah NPWP, nomer piro wani piro (nomor berapa berani berapa)," kata Said Aqil.

"Ini maknanya ada gejala yang kuat di masyarakat bahwa politik demokrasi untuk memilih wakil rakyat atau kepala daerah bisa dikonversi dengan uang," tambahnya.

Hal itu, menurut Said Aqil, disebabkan demokrasi masih berjalan beriringan dengan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. "Mengutip data Badan Pusat Statistik terakhir, rasanya dada ini terasa sesak. Betapa tidak, distribusi kesejahteraan nasional jika diukur dari indeks ketimpangan, gini ratio, terus naik dari tahun ke tahun," katanya.

Untuk itulah, ia meminta pemerintah serius menggarap sektor ekonomi yang lebih memihak rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres juga menerima penghargaan dari NU mewakili almarhum ayahandanya, Muhammad Kalla yang berjasa mengembangkan NU.

Dalam acara ini Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siradj menandatangani peresmian 23 universitas NU dan perguruan tinggi NU yang tersebar di beberapa kota, serta penandatanganan prasasti masjid oleh Wapres.(Ant/P-5)

Baca Juga

MI/ Susanto

Direktur Kementerian Pertahanan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Satelit

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:52 WIB
Laksma TNI SD diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123°...
Antara

Kejagung Periksa Auditor Bea Cukai Terkait Korupsi Fasilitas Kawasan Berikat

👤Ant 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:31 WIB
Kelima saksi yang diperiksa yakni TS, FI, TJY, S, dan...
Dok Kejagung

Intervensi Lin Che Wei Terkait Kebijakan Ekspor CPO di Kemendag Sejak Januari 2022

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:24 WIB
Lin Che Wei tak ada di struktur formal Kemendag. Namun, punya peran kuat untuk mengatur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya