Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR Syarief Hasan mengungkapkan persoalan UMKM adalah perkara keberpihakan. UMKM akan mampu berdaya saing jika diberikan atensi dan fasilitasi yang sistematis dan berkelanjutan dari pemangku kebijakan.
"Pemerintah harus memastikan adanya dukungan berkelanjutan, baik dari sisi pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, maupun strategi penjualan sehingga produk UMKM berdaya saing," ujar Syarief saat menerima audiensi dari Dewan UKM Indonesia.
Syarief mengungkapkan ada beberapa yang perlu dilakukan agar UMKM bisa menyejahterakan para pelaku dan berkontribusi pada penerimaan negara.
"Dari sisi perizinan, perlu diberikan afirmasi agar UMKM mendapatkan legalitas, serta jaminan kredit berusaha. Dengan bertransformasi ke dalam sektor formal, UMKM juga semakin memberikan daya dukung optimal bagi penerimaan negara, juga jaminan kesejahteraan bagi pekerjanya," terang Syarief dalam keterangan pers, Rabu (29/9).
Senada, Dewan Pertimbangan Dewan UKM Indonesia Andrian Lame Muhar juga mengungkap hal yang sama.
"Kita sangat mengharapkan dukungan yang nyata dari pemangku kebijakan untuk mendorong kemajuan UMKM," ungkap Andrian.
Saat ini, Dewan UKM Indonesia ada di 32 provinsi dan lebih dari 200 kab/kota. Sebab itu, Dewan UKM Indonesia diharapkan mampu menjadi penyambung aspirasi pelaku UMKM yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
"Dewan UKM Indonesia telah melakukan konsolidasi dan kerja-kerja kelembagaan yang nyata," terang Andrian.
Menurut Andrian, keberadaan UMKM semakin tertekan di tenga pandemi. Bukan saja soal keberlanjutan usaha, namun juga berkaitan dengan lemahnya daya beli masyarakat. Selain itu, akses pembiayaan juga semakin rumit.
"Hambatan regulasi ini perlu dikaji secara lebih cermat dan bijak, Sebagai pelaku usaha yang tidak terbiasa dengan pola beradministrasi yang rumit, seharusnya UMKM diberikan atensi dan kelonggaran tertentu, agar mampu bersaing dengan pelaku ekonomi lain," terang Andrian. (Zuq/OL-09)
Kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergiliran di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Program ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra program tersebut.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
PELUANG Media Group menyelenggarakan ajang Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) yang menembus pasar internasional.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
lnisiatif strategis ini akan memperluas akses broadband terjangkau dan andal bagi lebih dari 200.000 UKM mulai 1 Oktober 2025
Linknet menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Millenia Outsourcing Company di tanggal 1 Oktober 2025.
Teknologi chatbot seperti OCA AI Plus mampu dioptimalkan menjadi solusi-solusi yang bermanfaat
DIGITALISASI dan keberlanjutan di era globalisasi menjadi kesempatan dan tantangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved