Minggu 26 September 2021, 19:33 WIB

Kadensus 88: Pendekatan Humanis Penting Dalam Atasi Terorisme

Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum
Kadensus 88: Pendekatan Humanis Penting Dalam Atasi Terorisme

dok.tangkapan layar
Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom (baju putih).

 

BUKAN hanya tindakan tegas yang diambil dalam menyikapi aksi terduga pelaku terorisme. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kini juga melakukan upaya lainnya guna mengatasi persoalan tersebut.

Salah satunya mengentaskan perkara terorisme dengan cara yang lebih humanis. Menurut Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom, pendekatan selain dengan cara represif ini, merupakan amanat undang-undang (UU).

"UU kita yang direvisi, UU No 5 Tahun 2018 yang merupakan revisi dari UU Nomor 15 Tahun 2003, mengamanatkan kepada kita, selain penegakan hukum ada juga program pencegahan di situ ada deradikalisasi. Jadi hukum kita sudah mengamanatkan itu (penyelesaian masalah terorisme dengan pendekatan humanis)," ujar Martinus dalam diskusi yang ditayangkan kanal YouTube Sofyan Tsauri channel, dikutip Minggu (26/9).

Selain itu, kata dia, pendekatan yang lebih humanis dilakukan Densus juga lantaran kejahatan terorisme berbeda dengan jenis kejahatan lainnya.

"Kejahatan konvesional seperti perampokan, pembunuhan, pemukulan atau kejahatan apa pun, motifnya bisa karena dendam, bisa karena kepentingan individu, kebutuhan. Tapi kalau saya lihat terorisme ini kejahatan yang berawal dari pemikiran," tutur Martinus.

Martinus pun mengutip pernyataan aktivis perempuan dan pejuang HAM dari Pakistan yang sempat ditembak Taliban, Malala Yousafzai, bahwa terorisme tidak bisa dihilangkan dengan jalan kekerasan. Sebab hal itu merupakan pemikiran atau ideologi.

"Saya mengutip dari salah satu penggiat perempuan di Afghanistan (Pakistan), Malala. Dia umur 17 tahun, dia telah menyuarakan hak-hak dia sebagai anak dan perempuan untuk bersekolah. Kemudian lalu dia mendapat ancaman kekerasan terhadap dirinya. Dia mengatakan, kalau kita membunuh teroris kita bunuh dengan senjata. Tapi kalau kita membunuh terorisme kita harus bunuh dengan intelektual," papar Martinus.

Bagi Martinus, dalam membereskan persoalan terorisme, menembak mati teroris bukanlah fokus utama. Namun, ideologi kekerasan dari terorisme lah yang terpenting dan harus 'dihabisi'.

"Jadi bagi saya lebih penting kita menghilangkan paham itu (terorisme). Nah untuk menghilang paham itu, satu-satunya dengan cara mencerdaskan," jelasnya.

"Kemudian kita melakukan pendekatan-pendekatan, kita memprofiling, sebenarnya apa sih yang terjadi dengan teman-teman kita ini, saudara-saudara kita ini? Apakah dari aspek psikologi kah? Aspek sosial kah? Atau ideologinya? Atau juga prosperity atau kesejahteraannya," imbuh Martinus.

Pendekatan psikologi tersebut dinilai penting dalam penyelesaian masalah terorisme. Sebab, dengan begitu bisa diketahui secara pasti penyebab dari serangan teror dilakukan, dan pada akhirnya pencegahan bisa dilakukan. Cara-cara ini yang kini juga ditempuh Densus 88.

"Ada stairecase model. Ada lima tangga orang menuju kekerasan. Yang jelas intinya ketidakpuasan, kemudian didekati oleh kelompok-kelompok yang mempunyai ideologi kekerasan, lalu dia direkrut, kemudian dia mempersiapkan kekerasan, akhirnya muncul lah dalam bentuk kekerasan. Aspek psikologis ini harus kita tahu persis," jelas Martinus.

"Oleh karena itu tindakan kekerasan tidak akan menjawab. Jadi penegakan hukum dengan kekerasan atau dengan tindakan tegas, tidak akan menjawab problematika daripada akar terorisme ini. Jadi kita harus lakukan pendekatan-pendekatan yang lebih humanis, berkomunikasi dengan mereka. Sehingga kita bisa tahu apa sih akar yang menjadi permasalahan dirinya masing-masing, secara personal atau secara kelompok, ataupun lain-lain," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Militer Sudah Mengusir Pasukan Ethiopia di Perbatasan

Baca Juga

Ist/DPR

Anggota DPR Tinjau Program Padat Karya BPJN PUPR Kepulauan Riau

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 11:29 WIB
Legislator Dapil Kepri tersebut mengungkapkan, dana aspirasi yang bersumber dari APBN 2021 itu digunakan melalui program padat...
Ist/DPR

Anggota DPR Berikan Bantuan Korban Tanah Longsor di Desa Trunyan

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:56 WIB
Anggota DPR RI AA. Bagus Adhi Mahendra atau yang akrab di panggil Gus Adhi meninjau langsung salah satu lokasi longsor di Desa Trunyan,...
Ist/DPR

Puan: Terima Kasih Tim Thomas Cup RI Sudah ‘Kibarkan’ Merah Putih

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:26 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan tim bulu tangkis putra Indonesia memboyong Piala Thomas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya