Senin 23 Agustus 2021, 15:24 WIB

Lindungi Data Pribadi Warganya, Tiongkok Hapus 25 Aplikasi

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Lindungi Data Pribadi Warganya, Tiongkok Hapus 25 Aplikasi

NICOLAS ASFOURI / AFP
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Tiongkok telah menghapus 25 aplikasi dari toko aplikasi karena mengumpulkan informasi pribadi secara ilegal, ketika negara itu meningkatkan langkah-langkah untuk melindungi privasi daring warganya.

Menurut laporan kantor berita Xinhua pada Sabtu, pemerintah memeriksa berbagai aplikasi, termasuk peta dan video pendek di antara aplikasi lain dengan fungsi yang berbeda sepanjang tahun 2021.

Sebanyak 351 aplikasi, kata laporan tersebut, dikritik oleh China's Cyberspace Administration (CAC) karena pelanggaran privasi dan 25 lainnya dihapus dari toko aplikasi karena mengumpulkan dan menggunakan informasi pribadi dalam pelanggaran serius terhadap peraturan.

Penghapusan tersebut menyusul pengumuman oleh badan legislatif Tiongkok pada Jumat di mana Tiongkok meloloskan Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi yang pertama yang akan diterapkan pada 1 November.

Analis mengatakan bahwa ini mencerminkan resolusi pemerintah untuk membela kesejahteraan warga Tiongkok dan untuk menindak praktik umum oleh perusahaan teknologi yang mengambil keuntungan dari informasi pribadi.

Baca juga: Tak ada Kasus Baru Covid-19 yang Ditularkan Secara Lokal di Tiongkok

"Ini menunjukkan bahwa Tiongkok sekarang bertekad untuk menentang kebiasaan buruk perusahaan yang mengandalkan pengumpulan informasi pribadi untuk meningkatkan keuntungan mereka sendiri," kata Hu Gang, pengacara Asosiasi Konsumen Tiongkok, kepada media keuangan Tiongkok Yicai pada Sabtu.

Dia pun menambahkan bahwa itu juga datang dengan fakta bahwa platform besar ini tidak dapat mengganggu undang-undang Tiongkok.

Dikatakan para ahli, Undang-Undang Keamanan Siber dari tahun 2017 dan Undang-Undang Keamanan Data yang akan diterapkan pada September, akan menciptakan kerangka hukum yang komprehensif untuk mengatur pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data pribadi oleh perusahaan.

Tindakan Tiongkok untuk menindak pengumpulan informasi pribadi secara ilegal telah lama dilacak. Pada awal Juli, 25 aplikasi terkait Didi telah dihapus dari toko aplikasi karena penggunaan informasi pengguna secara ilegal, kata CAC dalam sebuah pernyataan daring pada 9 Juli.

Pada awal tahun 2019, CAC mengeluarkan peraturan yang menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan pengumpulan informasi pribadi secara ilegal dan memungkinkan perusahaan teknologi untuk mengumpulkan informasi pribadi yang hanya terkait dengan kegiatan bisnis mereka. (Global Times/OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Tiga ton Jeruk dari Karo untuk Menarik Perhatian Presiden Jokowi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 06 Desember 2021, 20:40 WIB
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa jalan rusak di Liang Melas Datas akan segera...
Dok Kejagung

Kejaksaan Usut Alih Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading

👤Tri Subarkah 🕔Senin 06 Desember 2021, 18:45 WIB
Penyidik menemukan sebagian Kawasan Suaka Margasatwa telah dialihfungsikan jadi perkebunan sawit seluas 210...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bekas Dirut Asabri Dituntut 10 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp64,5 Miliar

👤Selamat Saragih 🕔Senin 06 Desember 2021, 18:07 WIB
Sonny Widjaja dituntut hukuman 10 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi Asabri dengan kerugian total Rp22,78...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya