Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Arus Survei Indonesia (ASI) bersama Sociomap merilis hasil survei pakar Selasa (13/7) di Jakarta. Survei yang dilakukan adalah survei pakar atau public opinion makers (POM) survey. ASI dan Sociomap melakukan survei bertema "Menimbang Kapasitas Capres 2024".
Ada 9 aspek yang dinilai dari capres yaitu: visi dan intelektualitas, rekam jejak, karakter-integritas, skill komunikasi, kemampuan mengambil keputusan tepat, skill mengelola birokrasi, skill mengelola krisis, kemampuan memenuhi janji, dan kemampuan kerja sama dengan Dewan Perwakilan rakyat.
Berdasarkan temuan survei kedua lembaga tersebut, dari nilai total sembilan aspek yang diukur, Anies Baswedan dianggap sebagai Capres dengan ukuran kapasitas paling tinggi dengan nilai (75.44) di urutan pertama. Urutan selanjutnya adalah Ridwan Kamil (74,93), Ganjar Pranowo (74,8), Khofifah Indar Parawansa (69,79), Moh.Mahfud MD (69,42), Sandiaga Uno (69,15), dan Erick Thohir (66,98).
Nama-nama tersebut masuk dalam tujuh besar urutan kapasitas hasil survei ini. Secara keseluruhan, ada 23 nama Capres yang diukur dalam survei tersebut.
Direktur Arus Survei Indonesia Ali Rif’an mengatakan, survei itu dilakukan karena perlu adanya pengukuran kemampuan Capres selain soal elektabilitas.
"Selama ini kan kebanyakan survei capres soal elektabilitas. Waktu masih 3 tahun lagi. Kita perlu membahas soal kapabilitas Capres karena mengurus negara berpenduduk 270 jiwa tentu butuh kecakapan lebih. Elektabilitas saja tidak cukup jadi perlu pengukuran kapasitas atau kompetensi" kata Ali.
Baca juga : Guru Besar IPB Layangkan Lagi Surat Terbuka untuk Jokowi dan Kapolri
Direktur Eksekutif Sociomap Ahmad T Wibowo menegaskan, aspek-aspek yang dinilai dalam survei adalah kemampuan mendasar dan penting yang harus ada dalam diri seorang presiden.
"Aspek-aspek yang dinilai ini ada 9. Ini adalah aspek penting yg perlu ada dalam diri seorang presiden. Dari soal Visi, Track Record, Integritas hingga kemahiran kerjasama politik dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Semuanya kita ukur karena menyangkut kapasitas dan kompetensi seorang presiden" jelas Bowo
Ia menjelaskan, para pakar yang disurvei berasal dari 10 kategori profesi yang berbeda dan berasal dari lintas bidang keilmuan. Sepuluh kategori pakar tersebut adalah akademisi, jurnalis, peneliti, partai politik, LSM, pengusaha, aktivis mahasiswa / pemuda, budayawan, profesional, dan praktisi pemerintahan.
“Pakar yang kami survei untuk memberi penilaian soal kapasitas ini berasal dari lintas profesi dengan lintas bidang keilmuan. Ada sepuluh kategori profesi pakar yang kami minta memberi penilaian. Para pakar ini adalah orang-orang mapan dan kelas intelektual terdidik yang eksklusif sehingga perspektifnya kita perlukan” Bowo menerangkan.
Profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lili Romli, mengapresiasi survei pakar ini karena menurutnya ada pendidikan politik dalam metodologi survei pakar ini.
“Saya mengapresiasi survei ini. Karena survei pakar ini ada pendidikan politiknya. Yang ditanya para pakar dan yang disurvei bukan hanya soal elektabilitas saja tapi soal kapasitas Capres. Kapasitas itu soal penting bagi saya” ujar Prof Romli. (RO/OL-7)
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved