Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 34 Polda di Indonesia menangkap ribuan pelaku pungutan liar (pungli) dan premanisme. Pelaku ada yang disidik dan juga dibina.
‘’Totalnya premanisme di 34 polda 4.107 (orang), pungli 4.110 (orang),’’ kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/6).
Ahmad menyebut 382 orang di kasus premanisme disidik, sedangkan 3.710 orang lainnya dibina. Sementara 214 orang dalam kasus pungli disidik dan 3.903 dibina.
Kasus premanisme dan pungli terbanyak berada di Pulau Jawa. Mulai dari Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.
Baca juga : 21 ABK Terombang-ambing 4 Bulan di Timor Leste, Bakamla Turun Tangan
‘’Itu selaras dengan jumlah penduduk di Pulau Jawa,’’ papar dia.
Ahmad mengatakan latar belakang pelaku beragam. Mulai dari oknum masyarakat hingga oknum perusahaan.
Dia mencontohkan pungli saat menggeser kontainer. Oknum karyawan dari sebuah perusahaan yang membongkar muatan tersebut.
‘’Ketika tidak diberikan (uang) makan diperlambat. Sehingga ketika ingin cepat harus memberi sejumlah uang,’’ tutur Ahmad. (OL-2)
Munculnya aksi tekanan dan intimidasi terhadap petugas parkir di salah satu gerai Mie Gacoan kembali memunculkan kekhawatiran soal praktik premanisme yang dapat mengganggu iklim usaha.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi pembongkaran rumah dan pengusiranĀ terhadap Nenek Elina di Surabaya, Jawa Timur.
Penanganan kasus premanisme dan penataan UMKM akan dilakukan secara seimbang.
Satpol PP Jakarta Pusat menjaring sejumlah preman berkedok jukir di kawasan Bundaran HI, Jumat (25/7) dini hari.
Aksi premanisme modus juru parkir (jukir) liar kembali marak di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka kerap beraksi pada malam hari.
PREMANISME kembali menggila. Berkedok sebagai ormas, tapi sepak terjang mereka bak garong yang garang melawan hukum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved