Senin 07 Juni 2021, 18:05 WIB

Demokrat Belum Tentukan Koalisi 2024

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Demokrat Belum Tentukan Koalisi 2024

ANTARA/Fanny Octavianus
Syarief Hasan

 

PARTAI Demokrat mengaku hingga kini belum menentukan partner koalisi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Syarif Hasan menegaskan hingga saat ini partainya belum memprioritaskan persiapan Pilpres 2024 termasuk penentuan koalisi.

"Kalau untuk 2024 saya pikir masih jauh ya, masih jauh jadi terlalu cepat kita melakukan pembentukan koalisi," ungkap Syarief saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/6).

Baca juga: Ingatkan Pejabat Daerah, KPK: Kalau Mau Cepat Kaya, Jadi Pengusaha

Dijelaskan oleh Syarief, Demokrat hingga saat ini terus menjalin komunikasi dengan partai lain. Namun, dirinya mengaku komunikasi tersebut tidak selalu berkaitan dengan Pilpres 2024.

"Tanpa pilpres juga komunikasi juga perlu untuk kita lakukan. Dari komunikasi kita bisa berinteraksi dan bisa bertukar pikiran tentang bagaimana bangsa ini. Saya pikir itu," ungkapnya.

Menurut Syarief, Demokrat masih memiliki waktu kurang lebih 2 tahun untuk melakukan persiapan yang matang menghadapi Pilpres 2024. Saat ini, Demokrat masih berfokus untuk menyelesaikan dampak pandemi covid-19.

"Demokrat sekarang ini hanya fokus bagaimana berkomunikasi dengan rakyat, menghargai suara rakyat, memenuhi harapan rakyat," paparnya.

Mengenai elektabilitas Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang terus meningkat, Syarief menyebut usulan-usulan menduetkan AHY dengan tokoh-tokoh lain seperti Ketua Umum PKB Cak Imin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kandidat capres dan cawapres merupakan usulan yang bagus. Semua usulan dikatakannya akan dipertimbangkan oleh Demokrat.

Saya pikir wajar aja kalau ada yang berpandangan demikian. Tapi bagi Demokrat kita terima kasih kalau nama AHY sudah disebut-sebut. Salah satu yang penting bagi kami, kami tetap konsolidasi dulu dengan rakyat dulu lah, rakyat dulu yang menjadi perhatian kita," paparnya. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Tersangka Kasus Perindo Sempat Keliling Jakarta dan Berupaya Lari

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:58 WIB
IG sempat berkeliling di wilayah Jakarta sebelum akhirnya datang ke Gedung Bundar...
Dok kemenhub

Kemenhub Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Covid-19 Libur Nataru

👤RO/Micom 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:30 WIB
Libur nataru jangan sampai merusak upaya mengendalikan covid-19 yang telah...
Antara/Jessica Helena Wuysang.

Korupsi Komisi Agen, Pejabat Askrindo Jadi Tersangka

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:27 WIB
Selain itu, ia juga membagi dan menyerahkan share komisi yang ditarik secara tunai di AMU kepada empat orang di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya