Rabu 12 Mei 2021, 23:27 WIB

Wakil Ketua DPR: Kaji Mendalam Rencana Kenaikan PPN

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Wakil Ketua DPR: Kaji Mendalam Rencana Kenaikan PPN

DOK DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Muhaimin Iskandar.

 

WAKIL Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menginginkan pemerintah mengkaji secara mendalam dampak kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN), terutama kepada industri-industri kecil.
  
Muhaimin, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (12/5/2021), menyatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan, jika kenaikan PPN ini resmi diberlakukan. Itu justru membebani masyarakat, terutama menengah ke bawah.
  
"Menurut saya, harus dikaji betul. Jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah justru bakal berdampak pada meningkatnya beban hidup masyarakat," paparnya.

Baca Juga: Anggota DPR: Idul Fitri Kokohkan Kepatuhan Sempurnakan Kemenangan
  
Ia mengingatkan bahwa dampak dari pandemi saat ini sudah sangat berat yang mengakibatkan antara lain terjadi pemutusan hubungan kerja hingga tidak sedikit usaha rakyat yang gulung tikar.
  
Selain itu, ujar dia, akibat lesunya daya beli masyarakat, kondisi bisnis juga mengalami kontraksi atau penurunan.
  
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad juga meminta pemerintah mengkaji ulang rencana kenaikan tarif PPN pada tahun depan karena tidak tepat.
  
"Kenaikan tarif paling tinggi 15 persen itu harus dikaji ulang kalau perlu dibatalkan karena sampai 2022 bahkan 2023 kita masih dalam periode pemulihan ekonomi," katanya.
  
Tauhid menyatakan rencana tersebut dinilai tidak tepat karena tidak ada pihak yang dapat memastikan kapan pandemi akan berakhir sehingga diperkirakan keadaan masyarakat masih belum stabil.
  
"Masih ada beban ke ekonomi yang besar jadi kalau dibebani rencana kenaikan PPN saya kira itu akan menjadi persoalan yang cukup serius," tegasnya.
  
Ia menuturkan tingkat kesejahteraan masyarakat pada tahun depan diperkirakan masih relatif stagnan bahkan turun sehingga menunjukkan belum ada peningkatan yang signifikan dari kegiatan perekonomian.
  
Tak hanya itu, baik dari sisi daya beli masyarakat, inflasi, indeks keyakinan konsumen untuk tahun depan juga diprediksikan belum pulih sehingga justru masih perlu bantuan dari pemerintah dan bukan dibebani dengan kenaikan tarif PPN.
  
Terlebih lagi, Tauhid menyebutkan jika dilihat dari sisi daya saing sebenarnya tarif PPN Indonesia dibandingkan negara lain relatif sama yaitu sekitar 10%. (Ant/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Reno Esnir

Ini Alasan Munculnya Pertanyaan Pancasila atau Al Quran di TWK

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 20 Juni 2021, 12:29 WIB
Para asesor akan melihat respons dari peserta tes wawasan kebangsaan yang ditanyakan perihal memilih Pancasila atau Al...
Ist

Mendagri Apresiasi Rakernas XIII Apkasi Turut Pulihkan Ekonomi Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 11:48 WIB
Mendagri Tito Karnavian mendukung program working form Bali dalam rangka upaya pemulihan Bali yang kita tahu terdampak cukup parah akibat...
MI/Dok TNI AL

Dukung Operasional KRI, Kasal Resmikan Kesatrian Tawiri

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 20 Juni 2021, 10:30 WIB
Kesatrian itu memiliki sarana prasaran berupa dermaga untuk fasilitas sandar kapal bertonase besar dan docking kapal...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya