Senin 03 Mei 2021, 19:07 WIB

Peran Orang Tua Penting Cegah Kaum Muda Terpapar Radikalisme

Widjajadi | Politik dan Hukum
Peran Orang Tua Penting Cegah Kaum Muda Terpapar Radikalisme

MI/Widjajadi
Diskusi 'Membendung Radikalisme di Kalangan Anak Muda' di Hotel Adiwangsa, Solo, Senin (3/5).

 

AKSI bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan dan serangan di Mabes Polri Jakarta menunjukkan terorisme kini sudah melibatkan kaum milenial. Keterlibatan keluarga diperlukan untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam paham radikalisme yang sangat berbahaya.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi 'Membendung Radikalisme di Kalangan Anak Muda' di Hotel Adiwangsa, Solo, Senin (3/5). Diskusi yang digelar PWI Surakarta, Polda Jateng, dan Yayasan Gema Salam ini menghadirkan pembicara mantan narapida terorisme (napiter) yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam.

Pengawal gembong teroris Noordin M Top, Joko Suroso alias Joko Padang yang menjadi salah satu pembicara mengatakan idealisme kaum milenial cukup tinggi. Menurutnya, kaum milenial akan memperjuangkan idealisme mereka hingga tercapai.

"Apalagi jika dikaitkan dengan sentimen agama, Kaum milenial akan sangat dimasuki paham radikalisme," katanya.

Ia menyarankan, agar orang tua memperhatikan berbagai aktivitas anak mulai pergaulan, sekolah, masuk dalam komunitas, termasuk tempat ibadah. "Ini penting, karena semua anak bisa menjadi sasaran," ungkapnya.

Menurutnya, siapa saja bisa terpapar paham radikalisme. Jaringan atau sel-sel terorisme dan radikalisme, jelas Joko Padang, bisa memanfaatkan siapa saja. "Mereka menggunakan berbagai momentum, terutama soal isu ketidakadilan dan penindasan untuk menjadi jalan masuk menyebarkan radikalisme," tuturnya.

Lebih jauh, Joko mengatakan, upaya pencegahan agar anak muda tidak terpapar paham radikalisme sangat penting dilakukan. Pasalnya, jika sudah terpapar radikalisme, akan sulit untuk mengatasinya.

"Sebab jika terlambat mengantisipasi, dan anak sudah masuk terkena doktrin paham radikal, sangat sulit keluar. Bahkan anak tidak mengakui orang tua," tandas dia.

Di sisi lain, Dirintelkam Polda Jateng, Kombes Jati Wiyoto Abadi mengatakab  diperlukan sinergitas antarpihak dan stakeholder untuk membendung radikalisme dan terorisme di Tanah Air.

"Tugas Polri tidak hanya penegaskan hukum saja, namun juga membangun sinergitas untuk membendung terorisme. Butuh dukungan semua pihak," tandas Jati. (OL-15)

Baca Juga

MI/M Irfan

Polemik Tes ASN KPK, Pakar: Harus Ikuti Sistim Hukum Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Mei 2021, 00:06 WIB
PAKAR Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir  menyebut bahwa perekrutan pegawai Komisi...
dok.mi

Pakar Digital Forensik: Virtual Polisi Bukan Alat Represi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:51 WIB
VIRTUAL Polisi harus dijalankan dalam frame agar menghindari terganggunya kebebasan berekspresi dan mengemukan pendapat, kritik, dan...
MI/M. irfan

100 Hari Kerja Jenderal Listyo Sigit Diapresiasi  

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 22:45 WIB
Menurut Dasco, 100 hari kepemimpinan Listyo Sigit telah menunjukkan transformasi kepolisian yang lebih maju dan modern, dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya