Minggu 18 April 2021, 19:05 WIB

MK Dinilai Lambat Putuskan Nasib UU KPK

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
MK Dinilai Lambat Putuskan Nasib UU KPK

ANTARA
Direktur Eksekutif Kemitraan yang jugapPemohon pengujian UU KPK Laode M Syarif.

 

MAHKAMAH Konstitusi (MK) sudah satu tahun masih mengkaji permohonan uji materi Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Padahal, menurut pemohon, secara formil sudah sangat jelas pengesahan regulasi ini sepenuhnya ilegal.

"Saya heran MK melambat-lambatkan pengujian UU KPK. Padahal sudah jelas kalau dilihat dari syarat formilnya semuanya dilanggar," ujar Direktur Eksekutif Kemitraan sekaligus pemohon pengujian UU KPK Laode M Syarif pada webinar bertajuk MK dan PR Pengujian UU, Minggu (18/4).

Pada kesempatan itu hadir pula peneliti Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Violla Reininda, Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas Feri Amsari, dan dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Lailani Sungkar.

Menurut Syarif, pembentukan UU KPK menabrak ketentuan yang menjadi standar pengesahan UU. Pertama, institusi yang dinaungi UU KPK tidak pernah dilibatkan, diminta masukan, maupun diundang selama pembahasan.

"Mungkinkah UU Kesehatan direvisi tapi menterinya atau kementeriannya tidak dilibatkan. Bahkan saya bersama lima pejabat KPK menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, namun tidak diberikan drafnya dan hanya dijanjikan akan diundang dalam pembahasannya, namun nyatanya tidak terjadi," paparnya.

Hal lain, kata Syarif, pengesahan UU KPK juga cacat formil dari sisi persyaratan kehadiran jumlah anggota DPR. "Tidak ada juga dalam sejarah negara ini membuat UU dalam dua pekan. Semua prosedur dilanggar namun belum membuat MK membuka mata," pungkasnya. (P-2)

Baca Juga

Antara

Kejagung Teliti Berkas Perkara Irjen Napoleon Aniaya M Kece

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:22 WIB
Perkara dugaan penganiayaan M Kece dilakukan oleh Napoleon Bonaparte dan empat tahanan Rutan Bareskrim...
Antara

Bupati Kuansing Diduga Terima Sogok Rp700 Juta Izin HGU Sawit

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:04 WIB
Andi Putra jadi ersangka dalam kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin HGU sawit di Kabupaten Kuansing,...
Youtube

Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara M Kece untuk Dilengkapi

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 22:50 WIB
Perkara dugaan tindak pidana penistaan agama atas nama M Kece belum lengkap baik secara formil maupun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya