Sabtu 17 April 2021, 18:50 WIB

Poros Koalisi Parpol Islam Dinilai Minim Figur

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Poros Koalisi Parpol Islam Dinilai Minim Figur

MI/Adam Dwi Putra
Pengamat politik Adi Prayitno

 

JELANG Pemilu 2024 dua partai dengan ideologi Islam yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana membentuk koalisi partai Islam. Rencana ini juga didukung oleh partai Islam lainnya yakni Partai Bulan Bintang (PBB) besutan Yusril Ihza Mahendra. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai kelahiran poros koalisi partai Islam dapat menjadi alternatif pilihan di tengah minimnya ketersediaan koalisi parpol yang merespresentasikan kepentingan umat Islam di Tanah Air. 

Namun sayangnya, Adi menilai koalisi Islam akan sulit bersaing dengan koalisi nasionalis karena minimnya figur pemimpin Islam untuk disandingkan dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. 

"Kalau mau besar poros partai Islam ini harus memiliki figur kunci yang jadi magnet untuk bisa menarik minat partai Islam lain. Kalau Yusril sudah lewat masanya, tiap pilpres tidak ada yang berminat apalagi partainya tidak lolos ke Senayan," ungkap Adi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/4). 

Adi melanjutkan, dengan adanya figur yang kuat potensi keberhasilan koalisi partai Islam bersaing dengan partai berideologi nasionalis semakin tinggi. Bahkan, figur kunci juga dapat merangkul partai-partai lain di luar ideologi Islam untuk bisa bergabung. 

Baca juga : Pengamat: Sulit Menang Koalisi Parpol Berdasarkan Agama

"Masalahnya siapa tokohnya itu? belum ada," ungkapnya. 

Kendati demiikian Adi menilai poros koalisi Islam dikatakan sudah memenuhi syarat untuk melakukan deklarasi. Tiga parpol yakni PPP, PKS, dan PBB bahkan disebut Adi bisa memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk melakukan deklarasi. 

"Warna Islam nya lebih dapat karena suasana puasa. Tinggal bagaimana poros ini bisa merangkul partai islam lain macam PAN dan PKB," ungkapnya. 

Salah satu tantangan lain yang juga harus dihadapi oleh koalisi partai Islam ialah memastikan dapat merangkul potensi suara dari umat Islam sebagai untuk memilih partai mereka. Karena tidak dapat dipungkiri selama ini segmentasi partai Islam kurang diminati oleh masyarakat dengan perolehan suara yang tidak signifikan. 

"Apalagi PAN tegas menolak sementara PKB masih ngambang. Ini jelas jadi tantangan poros ini akan besar atau tidak," pungkasnya. ((OL-7)

Baca Juga

Antara

Densus 88 Tangkap Buronan Terduga Teroris di Sukabumi

👤Antara 🕔Kamis 06 Mei 2021, 22:11 WIB
Terduga teroris YI merupakan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ditangkap di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten...
MI/FURQON

Wamenkum dan HAM: Pemerintah Terbuka Bahas RKUHP

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:30 WIB
Sosialisasi tengah digelar pemerintah ke sejumlah pihak untuk mendapatkan masukan sebelum RUU KUHP dibahas di...
ANTARA

Pemerintah Harus Buka Informasi Pembahasan Revisi KUHP

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:15 WIB
Pemerintah dan DPR diminta menghadirkan kebijakan yang berbasis bukti (evidence based policy) dan melibatkan para pihak yang akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya