Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
STAF Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengungkapkan pemerintah harus merangkul anak-anak muda secara maksimal dalam upaya melawan paham dan aksi radikal.
Jika seluruh generasi muda bisa memahami dan memaknai semangat dan nilai-nilai keberagaman dan persatuan, ia meyakini, kelompok radikal tidak akan bisa bergerak bebas.
"Dalam melawan intoleransi dan radikalisme, kaum muda adalah pemutus rantai. Tanpa didukung pemuda, mereka tidak akan bisa berjalan," ujar Benny melalui keterangan resmi, Senin (12/4).
Di era yang serba digital seperti sekarang, generasi muda tentu memegang peranan penting. Mereka adalah kaum yang sangat mengerti teknologi. Jika hal tersebut dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal tentu akan sangat berbahaya.
Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki program yang dapat memaksimalkan peran anak-anak muda di dalam kehidupan masyarakat.
"Jangan sampai ada pemuda yang merasa sendirian hingga akhirnya terpengaruh, terpapar paham radikal. Semua itu berawal dari kesepian, kesendirian, kekecewaan," jelas dia.
Adapun Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama mengatakan ada begitu banyak hal yang harus dibenahi jika Indonesia mau terbebas dari paham radikal.
Mulai dari kualitas demokrasi, sistem kepartaian, penegakan hukum, kemandirian ekonomi hingga pemerataan pembangunan.
Jika hal-hal tersebut tidak berjalan dengan baik, tentu bisa menjadi pemicu lahirnya kekecewaan yang kemudian menjadi celah bagi kelompok radikal untuk mengambil kesempatan.
“Jadi, mari refleksi kepada diri masing-masing, dari sisi ekonomi, budaya, politik di Indonesia. Apakah semua sudah baik. Apakah kita lebih memilih budaya dan barang-barang dari Indonesia, atau dari luar negeri?” tandasnya. (OL-8)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved