Kamis 08 April 2021, 12:00 WIB

Soal Unlawful Killing FPI, Polri Minta Warga tidak Hanya Komentar

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Soal Unlawful Killing FPI, Polri Minta Warga tidak Hanya Komentar

ANTARA/M Ibnu Chazar
Tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat.

 

POLRI meminta masyarakat agar tidak hanya berkomentar terkait kasus unlawful killing yang dilakukan 3 anggota Polda Metro Jaya kepada 4 laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, akhir tahun silam.

Kabagpenum Polri Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan lebih baik masyarakat menjabarkan bukti dan membantu kepolisian dalam menangani perkara unlawful killing itu.

"Sesuai dengan Pasal 184 KUHAP, alat bukti yang sah itu keterangan saksi, juga keterangan dan petunjuk. Kita juga masih membuka ruang bagi siapa pun untuk memberikan keterangan," ujar Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/4).

Baca juga: Ngabalin: Negara Berkomitmen Lindungi HAM dan Berpendapat

Selama ini, menurutnya, banyak komentar liar terkait peristiwa tersebut. Namun, sebenarnya, menurut dia, hal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ahmad menyebut komentar-komentar masyarakat tersebut nantinya tidak dapat dijadikan sebagai barang bukti. Maka, hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penyidikan.

"Siapa pun yang ingin melibatkan diri membantu Polri dalam pengungkapan ini, kami terbuka," papar Ahmad.

"Tetap aturan dan dasarnya Undang-Undang. Jadi bukan komen liar ataupun memberikan komentar yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Saat ini, polisi sudah menetapkan tiga petugas Polda Metro Jaya sebagai tersangka.

Namun, salah satu polisi berinisial EPZ telah meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal, awal Januari kemarin. Sehingga, penyidikan terhadapnya dihentikan.

Hingga saat ini, polisi masih belum membeberkan nama dua nama tersangka lainnya kepada publik.

"Nanti akan disampaikan," kata Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Rabu (7/4).

Polisi juga belum menahan dua rekan EPZ yang terlibat dalam penyerangan itu meski mereka terancam 15 tahun penjara.

"(Pasal sangkaan) Tetap seperti kemarin Pasal 338 Jo Pasal 351 KUHP," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Istana Kepresidenan

Jubir Wapres: Wajar Kepuasan Kinerja Wapres di Bawah Jokowi

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 13 April 2021, 04:35 WIB
Masduki menyebutkan, dirinya justru merasa heran apabila tingkat kepuasan terhadap Wapres melebihi...
Antara

Kubu Moeldoko Yakin Menang atas AHY di Pengadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 22:10 WIB
SAAT ini kubu Moeldoko sedang melakukan upaya hukum di pengadilan pasca tidak disahkan KLB partai Demokrat Deli...
Antara

Airlangga Tokoh Parpol Elektabilitas Tertinggi Capres 2024

👤RO/Micom 🕔Senin 12 April 2021, 21:50 WIB
Survey terhadap 1.200 responsen di 34...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya