Rabu 07 April 2021, 09:10 WIB

Mathlaul Anwar Diminta Bantu Kikis Paham Radikal dan Intoleransi

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Mathlaul Anwar Diminta Bantu Kikis Paham Radikal dan Intoleransi

MI/Andri Widiyanto
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko saat memberikan keterangan pers.

 

PERISTIWA pengeboman Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan dan penyerangan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menunjukan bahwa para penganut paham radikal masih bertumbuh di negara ini. Karena itu butuh dukungan semua pihak untuk mengikis habis semua organisasi dan para penganut paham tersebut.

Hal tersebut dikatakan kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima audiensi DPP Mathlaul Anwar di Gedung Bina Graha Jakarta. Ia pun meminta organisasi masyarakat berbasis pendidikan Islam itu untuk ikut mempersempit ruang bagi berkembangnya paham radikal dan intoleransi.

Baca juga: Wapres: Tunjukkan Islam yang Ramah bukan yang Marah

"Mathlaul Anwar bisa menjadi mitra strategis  pemerintah dalam pembangunan SDM. Dalam hal ini, Mathlaul Anwar perlu terlibat dalam mempersempit ruang tumbuhnya paham radikal dan intoleransi di Indonesia," tutur Moeldoko.

Moeldoko mengatakan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo perlu keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat yang berfokus pada pendidikan, salah satunya Mathlaul Anwar yang perjalanannya sudah berusia 105 tahun.

Selain itu, Moeldoko juga mengapresiasi Mathlaul Anwar sebagai penggerak sektor pendidikan yang mandiri telah berkontribusi menerapkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih, hingga saat ini Mathlaul Anwar telah memiliki lebih dari 2.000 madrasah di 33 Provinsi dan 70 perguruan setingkat SD, SMP, dan SMA, serta satu perguruan tinggi.

Moeldoko yang saat itu didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin, ikut mendukung usulan nama KH Mas Abdurrahman, yang merupakan pendiri Mathlaul Anwar, sebagai salah satu pahlawan nasional bidang pendidikan.

“Kami siap ikut menyuarakan. Apalagi, KH Mas Abdurrahman punya kontribusi luar biasa untuk bangsa ini dari sisi pembangunan SDM,” ujar Moeldoko.

Pada kesempatan itu Moeldoko juga mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-20 dan Munas Muslimat ke-5 Mathlaul Anwar yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat pada  1—3 April lalu.

Seperti diberitakan Muktamar Mathla'ul Anwar yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia tersebut mengusung tema Menata Umat Merekat Bangsa dan dihadiri secara virtual sekaligus dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (Ant/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Ini Profil Stepanus Robin, Penyidik KPK yang Terjerat Skandal Suap

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 23 April 2021, 06:05 WIB
Penyidik KPK asal kepolisian itu disangkakan menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp1,3 miliar dengan modus...
Youtube Joseph Paul Zhang

Soal Jozeph Paul Zhang, Bareskrim belum Kirim Penyidik ke Jerman

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 April 2021, 05:30 WIB
Rusdi beralasan pihak kepolisian memiliki atase yang berada di KBRI Berlin, Jerman, untuk membantu proses...
Antara/Dhemas Reviyanto

Skandal Suap Penyidik, KPK Dalami Peran Aziz Syamsuddin

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 23 April 2021, 05:15 WIB
"Kami sudah mencatat temuan ini dan ini tugas KPK untuk mengungkap yang sesungguhnya apa yang dilakukan setiap orang dalam pertemuan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perburuan Gelar belum Usai

 Ancaman diskualifikasi dihindari karena tim yang tersisa urung ikut Liga Super Eropa

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya