Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA bom bunuh diri di depan gerbang Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) sekali menegaskan bahwa ancaman terorisme masih menjadi momok di negara itu. Untuk itu sangat penting bagi penerintah membatasi ruang gerak para anggota kelompok radikal dan intoleran.
Direktur Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika mengungkapkan hal tersebut. Menurut dia, kejadian tragis dan memilukan di Makassar itu menegaskan bahwa ancaman terorisme yang bermula dari radikalisme adalah hal yang realistis.
Baca juga: Kedubes AS Sebut Serangan di Katedral Makassar Cederai Toleransi
Untuk itu ia mendukung pendukung upaya aparat dalam mengusut tuntas masalah bom bunuh diri di Makassar tersebut. Selain itu dia juga mendukung upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah lewat program deradikalisasi.
"Tentu saja kami mendukung penuh aparat dalam mengusut tuntas tragedi tersebut. Selain itu kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati terhadap para anggota kelompok radikal," ujar Nova Andika dalam siaran persnya, Senin (29/3).
Nova dengan tegas menyatakan persetujuannya dengan wacana bahaya radikalisme. Menurut dia, paham radikalisme adalah musuh konkret agama dan negara saat ini. Pada satu sisi, gerakan radikalisme merusak agama karena bertindak tidak sesuai dengan nilai-nilai beragama.
“Sementara sisi lain, radikalisme menjadi ancaman negara karena menginginkan perubahan secara inkonstitusional. Saya termasuk yang percaya bahwa dari paham radikalisme inilah kemudian berpeluang besar lahir terorisme. Terorisme dengan demikian menjadi sisi hilir, sementara radikalisme menjadi hulu dari bahaya yang kian mengancam tersebut," ujarnya.
"Karena itu ruang intoleransi harus dipersempit atau bahkan jangan dikasih ruang. Kita tentu tidak mau negara yang kita cintai ini hancur karena terjadi peperangan seperti di Irak, Libya, Suriah, Afagnistan, dan negara-negara lain di Timur Tengah," tegasnya. (RO/A-1)
BADAN keamanan menyelidiki penemuan tiga selongsong peluru, termasuk dua peluru tajam yang ditemukan di antara puing-puing lokasi ledakan di dekat Stasiun Metro Red Fort di Delhi, India.
BADAN Investigasi Nasional India mengumumkan telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan bom mobil mematikan pekan lalu di dekat Benteng Merah, Delhi.
PIHAK berwenang India pada Minggu (16/11) menyatakan bahwa ledakan mobil mematikan di New Delhi awal pekan ini merupakan aksi teror yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.
PEMERINTAH Pakistan menyatakan siaga penuh setelah serangan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan distrik Islamabad pada Selasa (11/11) menewaskan sedikitnya 12 orang.
SERANGAN bom bunuh diri mengguncang ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 27 lainnya di luar gedung pengadilan distrik.
PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan pasukan militernya telah menjatuhkan 153 ton bom ke wilayah Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved