Senin 01 Maret 2021, 17:05 WIB

Paspampres: Moge Terobos Ring I Selesai, Kini Ditangani Polisi

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Paspampres: Moge Terobos Ring I Selesai, Kini Ditangani Polisi

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta

 

PASUKAN Pengamanan Presiden (Paspampres) menyatakan insiden penerobosan pengendara motor gede (moge) di area Ring I Istana Kepresidenan sudah selesai. Paspampres sudah memberikan teguran serta edukasi dan pengendara moge pun sudah meminta maaf.

"Kejadian ini sebetulnya telah selesai. Kita sudah memberikan edukasi, kita sudah memberikan teguran, kita memberikan imbauan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi," kata Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (1/3).

Dalam kesempatan itu, Paspampres menerima kedatangan perwakilan pengendara moge tersebut. Pengendara moge mengklarifikasi terkait peristiwa beberapa waktu lalu itu. Mereka meminta maaf dan menyatakan tidak ada niat untuk mengancam area Ring I.

Baca juga: Sebelum Ditangkap, 12 Teroris di Jatim Siapkan Aksi Amaliyah

Meski dari sisi Paspampres persoalan dianggap selesai, Wisnu mengatakan terkait dugaan pelanggaran hukum dalam insiden itu diserahkan sepenuhnya ke kepolisian. Polisi sebagai otoritas berwenang akan menentukan adanya dugaan pelanggaran hukum atau tidak.

"Kita serahkan kepada kepolisian untuk memeriksa, memproses apakah ada pelanggaran hukum atau tidak. Untuk Paspampres sebetulnya sudah selesai dengan memberikan edukasi saat kejadian kemarin," ucap Wisnu.

Terkait anggota Paspampres yang berupaya melumpuhkan pengendara moge itu dengan tangan kosong, Wisnu menegaskan tindakan tersebut dilakukan terukur sesuai ketentuan dan prosedur yang ada. Anggota Paspampres melakukan tindakan itu lantaran pengendara tak menghentikan laju motornya saat diperingatkan.

"Pengendara motor pada saat kejadian itu menerobos pembatas jalan atau traffic cone di Jalan Veteran III. Kemudian dihentikan oleh petugas yang ada di sana karena menerobos namun tidak mau berhenti. Sehingga diambil tindakan yang diizinkan dalam aturan melumpuhkan dengan tangan kosong," ucap Wisnu. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Teror Mencuat, Perpres RAN PE Mendesak Dijalankan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 12 April 2021, 10:01 WIB
Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan banyak regulasi selama ini  memiliki kelemahan. Seperti Perpes RAN PE secara...
ANTARA

OTK Bakar Heli di Apron Bandara Ilaga Papua

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 12 April 2021, 08:39 WIB
Sebuah helikopter dibakar oleh orang tak dikenal saat parkir di Apron Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Minggu (11/4)...
ANTARA/PRASETIA FAUZANI

DPR akan Dukung Kebijakan untuk Mendapatkan Vaksin

👤Budi Ernanto 🕔Senin 12 April 2021, 05:35 WIB
Vaksin merupakan barang publik sehingga tidak boleh ada pembatasan terhadap produksi dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya