Jumat 26 Februari 2021, 13:42 WIB

KPK Usut Aliran Uang ke Perusahaan Edhy Prabowo

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
KPK Usut Aliran Uang ke Perusahaan Edhy Prabowo

MI/Susanto
Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (kiri)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran uang suap benih bening lobster atau benur ke berbagai pihak termasuk perusahaan milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Dugaan tersebut didalami penyidik saat memeriksa seorang saksi bernama Ikhwan Amiruddin.

"Saksi itu didalami pengetahuannya terkait aliran sejumlah uang ke beberapa pihak diantaranya ke perusahaan yang diduga milik tersangka," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (26/2).

Baca juga: Hetifah Minta Pemerintah Pastikan Guru Honorer Mendapat Vaksin

KPK mengejar aliran uang dari suap perizinan ekspor benur. Selain melalui keterangan Ikhwan, pada Rabu (24/2/2021) KPK memeriksa seorang mahasiswi bernama Esti Marina karena diduga menerima sejumlah uang dari Andreau Pribadi Misanta, salah seorang staf khusus Edhy yang juga menyandang status tersangka kasus ini.

Pada hari yang sama, tim penyidik juga memeriksa seorang saksi bernama Noer Syamsi Zakaria untuk mendalami pembelian material dalam pembangunan rumah pribadi Edhy.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua staf khususnya Safri dan Andreau Pribadi Misanta, sekretaris pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin, pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi serta staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur.

Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito. Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua staf khususnya, Andreau Pribadi Misanta dan Safri sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Salah satu tugas dari Tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Baca juga: Tugas Konstitusional DPR Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy. Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, istrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misanta.

Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta. Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy. (OL-6)

Baca Juga

Medcom/M Rizal

KPK: Masih Banyak Pengusaha Bandel Lakukan Suap

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 18 April 2021, 08:22 WIB
KPK sudah menangani 1.071 perkara pada 2004 sampai 2020. Dari total itu, sebanyak 704 perkara merupakan kasus...
ANTARA/M Risyal Hidayat

KPK Kebut Pengusutan Korupsi di Ditjen Pajak

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 18 April 2021, 07:08 WIB
Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. KPK juga sudah menetapkan tersangka dalam kasus...
DOK BAKAMLA

Bakamla Peringatkan Kapal Yunani yang Mondar-mandir di ALKI III

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 18 April 2021, 07:02 WIB
Puskodal Bakamla RI menggiring dan mengawasi kapal itu hingga keluar dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III dan memastikannya masuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya