Senin 04 Januari 2021, 12:45 WIB

Terdakwa Surat Jalan Palsu Joko Tjandra Ajukan Banding

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Terdakwa Surat Jalan Palsu Joko Tjandra Ajukan Banding

MI/ANDRI WIDIYANTO
Terdakwa kasus pemalsuan surat jalan Joko Tjandra.

 

PARA terdakwa surat jalan palsu yakni Joko Tjandra, Brigjen Prasetijo, dan Anita Kolopaking mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) yang lebih berat ketimbang tuntutan jaksa. Berkas banding ketiganya telah masuk di PN Jaktim sejak 28 Desember.

"Ketiganya sudah mengajukan banding," ungkap Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal, Senin (4/1).

Masing-masing terdakwa dijatuhi vonis hukuman 6 bulan lebih lama dari tuntutan jaksa.

Joko Tjandra dan mantan pengacaranya Anita Kolopaking divonis 2,5 tahun penjara. Sementara Brigjen Prasetijo divonis 3 tahun dari tuntutan jaksa 2,5 tahun penjara.

Baca juga: KPK Lelang Barang Hasil Rasuah Nazarudin

Pengacara Joko Tjandra, Soesilo Aribowo, menjelaskan alasan pengajuan banding kliennya. Vonis hakim dinilai tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Ia menilai berdasarkan fakta sidang kliennya tidak bersalah.

"Kalau sesuai fakta sidang, seharusnya bebas," kata Soesilo.

Sementara itu, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, hari ini, Senin (4/1), dijadwalkan kembali menggelar sidang lanjutan terdakwa Andi Irfan Jaya dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi.

Kerabat Jaksa Pinangki tersebut, telah dituntut jaksa hukuman penjara selama 2,5 tahun. Andi dijerat dalam perkara gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Joko Tjandra.

Selain pidana, Andi juga harus membayar uang denda hingga Rp100 juta, subsider empat bulan kurungan penjara.

Jaksa menilai Andi terbukti dalam surat dakwaan memberikan uang suap kepada Jaksa Pinangki sebesar US$500 ribu.

Uang itu dari Joko Tjandra untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), dalam mengurus perkara Djoko terkait kasus cassie Bank Bali. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Moeldoko: Masih Nekat Korupsi? Pasti Disikat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 13 April 2021, 15:33 WIB
Dia pun menegaskan komitmen Presiden Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, sistem pencegahan korupsi yang dibangun...
dok.mi

Kapolri: Biar Tak Terulang Bentrok TNI dan Polri Wajib Diproses

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 14:21 WIB
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memproses setiap anggotanya yang bentrok dengan...
MI/M Irfan

MenPAN-RB: Implementasi Kebijakan Satu Peta Belum Maksimal

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 13 April 2021, 14:10 WIB
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan, strategi nasional pencegahan korupsi menunjukkan skor yang baik dalam hal perizinan dan tata niaga....

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya