Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RABU Pon kerap menjadi hari penting bagi Presiden Joko Widodo. Beberapa keputusan krusial, seperti perombakan kabinet, setidaknya dua kali dilakukan pada hari tersebut. Sekarang, dua kursi menteri tengah dalam posisi lowong dan isu reshuffle pun kembali mencuat.
Beberapa pihak meyakini pergantian menteri akan kembali dilakukan pada Rabu Pon yang jatuh pada 23 Desember mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden pun buka suara. Ia mengatakan bahwa semua keputusan terkait perombakan menteri sepenuhnya ada di tangan presiden.
"Kapan, siapa, bagaimana, semua itu ada di tangan presiden. Kalau pun minggu ini ada reshuffle, presiden pasti akan menempatkan putra-putri terbaik di pos-pos tersebut," ujar Donny kepada wartawan, Senin (21/12).
baca juga: Calon Menteri Jokowi Diminta Siap Mati Jika Korupsi
Ia pun mengakui ada banyak masukan yang datang terutama dari masyarakat terkait sosok yang harus dipilih sebagai menteri.
"Semua masukan dipertimbangkan tetapi pada akhirnya itu semua keputusan presiden. Semua saran yang masuk pasti jadi pertimbangan," tandasnya. (OL-3)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet di istana, hari ini (28/1).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan istana belum membahas soal adanya isu reshuffle kabinet. melainkan pelantikan dewan energi nasional
KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong
SEKRETARIS Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, makna reshuffle yang beredar luas di publik tidak benar.
Isu perombakan kabinet kembali menguat seiring santernya kabar nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, yang disebut-sebut berpeluang masuk ke jajaran eksekutif
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved