Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Muhammadiyah : Tokoh Agama Harus Semakin Bijak dan Beretika

Insi Nantika Jelita
16/11/2020 20:29
Muhammadiyah : Tokoh Agama Harus Semakin Bijak dan Beretika
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir(MI/Susanto)

KETUA Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menuturkan, tokoh agama harus memberikan teladan yang baik terhadap masyarakat luas. Pemuka agama diminta meletakkan nilai-nilai rohani dan etika agar bisa menjembatani diri dengan sesama.

"Baik tokoh agama, maupun umat beragama semakim wise, bijak dan mengedepankan etika. Nilai toleransi harus dihidupkan dan dirawat dalam kehidupan bersama," ungkap Haedar dalam konferensi pers virtual, Senin (16/11).

Haedar juga menuturkan, pemeluk agama harus bisa menempatkan diri secara inklusif untuk menghindari terjadinya konflik agama. Ia menekankan, dalam satu agama saja bisa memiliki pemahaman yang beda-beda.

"Kalau kita eksklusif dan hanya ingin mementingkan golongannya sendiri, nanti bisa terjadi konflik atas nama agama. Konflk agama harus kita cegah. Sekali agama masuk arena konflik, itu intensitas konfliknya akan keras," jelas Haedar.

Jika dibandingkan, kata Haedar, konflik agama memiliki dimensi sakral yang kuat ketimbang konflik lainnya. Ia mengatakan, kalau urusn ekonomi terbatas permasalahan keuntungan.

"Begitu juga kalau urusan Politik, paling batasnya siapa memperoleh apa antara satu sama lain. Tetapi ketika agama masuk (konflik) itu dimensi sakralisasinya kuat," jelasnya.

Haedar mengajak tokoh agama Islam dapat menghadirkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan membawa nilai luhur akhlak mulia.

"Ini lah nilai agama yang diharapkan masyarakat. Muhammadiyah diharapkan juga bisa memberi teladan bagaimana menghadirkan Islam yang membawa nilai-nilai luhur akhlak mulia," pungkas Haedar. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya