Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Wakatobi Hugua. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek fiktif di PT Waskita Karya (Persero).
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAS (Yuly Ariandi Siregar," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (27/10).
Penyidik juga memeriksa mantan Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya, Bambang Hartanto, sebagai saksi. Kemudian, penyidik memanggil Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya, Hilman Muhsin. Selain itu, penyidik juga memanggil mantan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Hartanto sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman.
Dalam perkara itu, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka yakni Kepala Bagian Pengendalian Divisi III PT Waskita Karya Fakih Usman, bekas Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman, serta mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.
Kemudian, ada nama eks Kepala Divisi III PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani, mantan Kepala Bagian Pengendalian Divisi III PT Waskita Karya Jarot Subana.
Kelimanya diduga melakukan korupsi yakni pengerjaan proyek-proyek infrastruktur fiktif di Divisi II PT Waskita Karya kurun waktu 2009-2015. KPK menduga terjadi 41 subkontraktor fiktif pada 14 proyek pekerjaan Divisi II PT Waskita Karya.
Penghitungan dari BPK, total kerugian yang muncul akibat proyek-proyek fiktif itu mencapai Rp202 miliar.
Hingga kini, penyidik KPK menyita uang Rp12 miliar serta satu aset tanah yang diduga berkaitan dengan kasus PT Waskita Karya itu.
Selain uang dan aset tanah, penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara. Penyidik juga memblokir puluhan aset yang dalam proses verifikasi untuk ditindaklanjuti. (OL-8)
Keindahan di Bawah Laut Sombu Dive Wakatobi
Tarian Sajo Moane asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, akan ditampilkan pada upacara penurunan bendera Merah Putih pada HUT ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2025
Bea Cukai Kendari, bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara, resmi melepas ekspor perdana 3.200 kilogram ikan kerapu hidup asal Wakatobi ke pasar Hong Kong.
Penyanyi Raim Laode mengungkapkan, untuk meraih keberhasilan seseorang harus berani bermimpi dan bersungguh-sungguh mewujudkannya. Prinsipnya, hari ini harus lebih baik daripada kemarin.
Bingung mau menghabiskan liburan kemana? Mendingan coba datang ke Wakatobi di Sulawesi Tenggara deh. Di sana, kamu bisa melakukan banyak hal menarik, apa saja? Berikut inspirasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved